Social Icons

Senin, 23 April 2018

Padang Bulan - Andrea Hirata

#Ulasan2018




Dalam buku ini karakter tokoh mempunyai kisah inspiratif tersendiri. Dari seorang gadis bernama Enong, ia masih duduk di bangku sekolah dasar, paling suka dengan bahasa inggris, tak heran semangatnya begitu membara saat mengikuti pelajaran bahasa inggris di kelasnya. Namun keinginannya bersekolah harus putus di tengah jalan setelah sepeninggal ayahnya. Ia memutuskan untuk berhenti sekolah karna memang ia adalah anak pertama dengan masih memiliki 3 adik diusianya yang terbilang belia. Rasa tanggung jawab yang diemban ia sebagai anak sulung memaksanya untuk merantau ke kota demi menghidupi keluarganya di kampung. 
Ia melamar dari satu toko ke toko lain, dari pasar satu ke pasar lain. Tetapi semuanya menolak karna memang ia masih dibawah umur untuk bekerja. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kampung dan melanjutkan pekerjaan ayahnya sebagai pendulang timah. Cukup membuat gempar seisi kampung karna dia seorang perempuan pertama yang bekerja sebagai pendulang timah di desanya. Meskipun persaingan lahan dulangan timah cukup sengit, tak jarang ia diusir dengan sepihak  oleh pendulang lainnya. Itu semua tak membuatnya putus harapan, ia berjalan ke tengah hutan dan mulai mendulang disana. Namun itu bukanlah akhir dari penderitaannya.

Tokoh kedua adalah Ikal seorang pemuda berperawakan pendek dan rambut keriting. Ia berusaha merebut hati kekasihnya dulu, setelah Zinar datang. Berbagai cara ia lakukan untuk merebut kembali hati A Ling, Ikal merasa kalah dari segi fisik maupun kemampuan dg Zinar. Setiap ada lomba apapun nama Zinar selalu ada dalam daftar peserta, bahkan tak jarang terpampang di barisan perebut juara. Hal ini lah yang memicu Ikal untuk ikut andil dalam kejuaran olahraga antar desa, harapannya adalah jika ia menang maka ia akan dielu elukan dan A Ling akan kembali padanya.
Tapi apakah Ikal dapat mengalahkan Zinar di setiap pertandingan? Bahkan ia sampai siap untuk menyewa seorang detektif.

Dalam buku ini kita belajar bahwa apa yang kita lihat belum begitu adanya, hanya dari sudut pandang kita. Bukan dari sudut pandang yang lain, setiap orang punya pertimbangan untuk memilih, entah karna paksaan, atas kemauannya sendiri atau memang tak ada pilihan lainnya. Kalau ingin tau kebenarannya ya tanyakan langsung lada yang bersangkutan, biar semua jelas adanya, tanpa harus kita berspekulasi lebih jauh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates