Social Icons

Minggu, 21 Februari 2016

3371 mdpl

Awalnya!!!! (Minggu Pertama Libur - an)
Berawal dari salah seorang teman yang setelah ke Andong kemudian akan melanjutkan perjalanan lagi ke salah satu gunung. Selanjutnya dia mengupload salah satu gambar gunung dengan caption "perjalanan selanjutnya" wow aku langsung terperangah itu Gunung Sumbing atau Gunung Sindoro? langsunglah dimulai percakapan yang intinya aku ingin gabung dengan pendakian dia. Hehe........

Dibutlah multiple chat di line, selanjutnya kita menyiapkan perlengkapan yang mungkin dibutuhkan selama pendakian dan kebanyakan menyewa. Meskipun awalnya canggung mau chat bagaimana, ya hanya menambahkan perlengkapan yang sekiranya kurang (hanya sekedar usul)

H-1 (3 Februari 2016)
Info sebelumnya akan diadakan kumpul pertama untuk lebih mengenal dan pembagian peralatan, nah sebelumnya sudah mempersiapkan tiket untuk minggu depan ke Solo *only ME
Saat itu aku ditemani oleh salah seorang teman SMA ku dulu, berhubung tidak tau dimana kosan Aqwia alias Sipo, langsunglah aku PC ke Nivia alias mbak Cer menanyakan apakah dia akan ikut kumpul "kopi darat" biasa orang menyebutnya. Justru kabar tak mengenakan yang aku dengar, Nivea tidak jadi ikut dengan pendakian tersebut karena suatu alasan. Padahal dalam rombongan pendakian aku hanya mengenal Nivia, karna dialah yang mengajakku untuk gabung ke pendakian itu. Dan ini malah dia sendiri yang tidak ikut. Sebenarnya mau membatalkan keikutsertaan, tapi mau bagaimana lagi? Karna mendaki ke Sumbing masuk dalam salah satu DAFTAR RESOLUSI 2016 ku, So that aku amat sangat tetap gabung ke acara itu.
Meskipun akhirnya aku tidak jadi datang ke first gathering pendakian ini, lantaran tidak ada wanita yang datang. huhh
Entahlahh, serba bingung jadinya..
Kita lihat besok saja :)
Walaupun awalnya bingung mau menginap ke mana? Kalian pasti taulah, tanggal segini masih jauh dari awal masuk perkuliahan. So pasti masih banyak yang ada di kampung halaman dan belum kembali ke kehidupan anak rantau. Alhasil tanyalah aku ke Nivia, apa dia di tembalang atau tidak? Meskipun tidak jadi ikut rombongan pendakian ini.
Dan untungnya di kembali ke tembalang H-1 pendakian untuk mengurusi AKM dan Siakad di kampus *kenapa harus ke kampus? karena kalau di rumah masing - masing siakad tidak bisa dibuka. Nah akhirnya aku berniatan bermalam di tempat Nivia dan besok pagi motor aku titipin ke tempat Citra, salah seorang kawanku dari Medan yang baru saja mendarat cantik di Semarang. Hehehe...
Banyak obrolan antara aku dan Nivia, dari bahas kenapa ia batal ikut? cerita tentang teman - temannya yang mengajaknya mendaki? dan pengalamannya kemaren mendaki Gunung Andong, dan masih banyak obrolan lainnya sampai kita terlelap tidur masing - masing.

Hari H ( 4 Februari 2016)
Hayo ada yang tau ini hari apa?
Apa ada yang spesial di hari ini?
Entahlah....
Pagi ini kami janjian di kontrakannya Sipo alias Aqwia jam 08.00 untuk berkumpul dan packing semua peralatan yang dibutuhkan. Sekarang di kosan Nivia sudah ketambahan satu orang lagi, Dewi namanya. Dia salah seorang teman Nivia yang sekarang sedang belajar di salah satu Akademi Kebidanan di Jakarta, dia ini yang nantinya juga akan ikut rombongan mendaki kami. Awalnya cukup canggung, takut dan bingung kalau tidak ada obrolan. Dan ternyata semua keraguanku memudar, Dewi so easy going, cerewet sekali dan banyak obrolan yang kita perbincangkan. Saat itu dia juga belum packing karena sebagian barang - barang masih di tempat Sipo dan ia juga belum membeli logistik selama perjalanan.
Tepat pukul 07.30 kami (read: Anis, Dewi, Nivia) menuju kontrakan Sipo. Sampainya kami di kontrakan sipo, berhubung kami semua belum sarapan. Kami memutuskan setelah meletakkan beberapa barang bawaan aku dan dewi kita menuju ke salah satu warung makan yang ada di sekitar kontrakan Sipo. Dan saat itu pula Nivea memutuskan untuk berpisah dengan kami, karena ia harus mengantar Mbak kosannya yang hari ini akan melakukan Sidang Skripsinya *jadi sadar tahun depan aku juga akan ribet mengurus itu . Selanjutnya Aku, Dewi, Sipo, dan Dilah sarapan buryam, eh sampainya di sana tidak ada tempat duduk sama sekali, mulailah kami beralih ke tempat sebelah buryam itu, bukan tak lain nasi pecel. Mulai makanlah kami...

Setelah cukup mengisi amunisi kami kembali ke kontrakan Sipo dan ternyata di sana sudah ada Lutfi atau biasa dipanggil Upi. Padahal jam tanggan sudah menunju pukul 09.00 tapi yang lain tak kunjung datang. Sepertinya kan ngaret... Bukan lagi seperti, tapi ini SUDAH TERLIHAT SEKALI
Tak lama dari itu dalanglah teman - teman sipo, entah siapa saja aku lupa. Pokoknya hanya sebagian, karena sisanya menunggu di Meeting Point lainnya hahaha...
Dewi dan Upi ijin berangkat duluan untuk mengisi angin dan bensin, mereka akan menunggu di SPBU terdekat. Aku, Dilah, dan Sipo menuju ke tempat kumpul teman - temannya Sipo yang isinya cowok semua (BEDA SEKALI SAMA FKM = MAYORITAS CEWEK

Aku dan Dilah memutuskan untuk di luar saja, karena kami juga belum ada yang kenal dengan mereka, Sipo memberikan perlengkapan yang sekiranya masih bisa ditambahkan ke tas mereka yang bisa menampung pastinya. Berhubung di luar panas matahari hari ini cukup menyengat, akhirnya aku dan dilah memutuskan untuk masuk ke kosan itu dan menunggu di pos penjaga, sedikit lebih adem. Duduklah kami di bangku tersebut, ya meskipun ada sedikit obrolan mereka yang intinya menggoda kami-,-
Baru saja duduk, eh si Dewi menelpon Sipo dan baru saja ingat kalau Hp dia ketinggalan di kontrakan Sipo yang tadinya sedang di charge. Mau tidak mau sipo menghampiri Dewi dan Upi untuk memberikan kunci kontrakannya. Kalau Sipo pergi berarti Dilah juga pergi karena mereka memang sepaket. Tinggal lah aku seorang diri dengan para Adam ini.
Meeting Point selanjutnya adalah SPBU, berhubung masih ada 1 orang lagi yang tak kunjung datang, pastinya para geologis ini menunggu dia. 5 menit berlalu, 10 menit berlalu. *berasa lama bgt :(
Nah akhirnya setelah beberapa menit bagi mereka *mungkin, dan itu berasa berjam - jam menurutku. Datang lah si orang 1 ini, giliran kita mau siap berangkat. Eh dianya belum packing sama sekali, geli juga melihat ejekan mereka yang mengatakan packing harus selesai selama 3 menit.
Berasa ospek kali ya hahahaha..
Dan sekarang aku bingung mau bonceng sama siapa?
Gimana mau memulainya?
uwoooooo, tapi tidak lucu juga kalau kita bonceng seseorang tapi kita juga belum kenal sama mereka, setidaknya taulah nama dia itu siapa?
Siapkan nyali, dan mulailah saling berkenalan. Tidak mudah juga untuk menghafal semua nama mereka dalam satu waktu, aku berharap nanti selama perjalanan bisa hafal semua nama mereka. Dibawa ngalir ajalah. Intinya aku dibonceng sama bel bel, lupa depannya qi, gi, ti, atau ky hehehe
Awalnya mengira mereka dari batak semua, karna dari logat bicara hampir sama dengan orang batang, tapi ternyata bukan batak tapi daerah sumatra, yaitu Siantar, Jambi, dan di ujung sana
Bel cukup cerewet buktinya baru bonceng aja sudah banyak yang dibicarakan, intinya untuk saling mengenal. Hanya informasi biasa si, Selanjutnya kita menuju meeting point di SPBU menunggu semuanya komplit dan kita mulai caw beangkat ke basecamp pendakian Sumbing.

Kali ini kita ada 13 orang dalam satu rombongan, dengan pasangan tiap motornya ada Aku dan Kybel, Sipo dan Dilah, Upi dan Dewi, Yosef dan Andrew, Frans dan Cris, Sumaher dan Daniel, Iqbal alone. Mulailah kami melakukan perjalanan menuju basecamp pendakian G.Sumbing, nah berhubung ngendarainnya lumayan ngebut jadinya ya terjadilah miskon, yang awalnya lewat bandungan alias sumowono. Eh beberapa rombongan justrus lewat jalan kota. Aku pun hampir sampai ke pertigaan yang ke arah Ambarawa, tetapi Kybel memutuskan untuk memutar balik dan ikut ke rombongan Sipo. Entah Sumaher sampai mana? Hampir 1 jam kita menunggu, dan ternyata si pasangan ini sudah sampai wonosobo. Huhhhh... antara kesel sama jengkel juga ya, hahaha kita menunggu 1 jam tanpa membuah kan hasil, washing time bangetlah...
Saking gabutnya beginilah kami *cuman yang cewek


Berhubung kita sudah washing time sekali, mulailah kita melanjutkan perjalanan lagi. Lewat Bandungan - Sumowono - Temanggung dan turun lah hujan selama perjalanan, untungnya tidak begitu lebat hanya saja sedikit banyak basah pada jaket yang kami kenakan.
Baru memasuki Temanggung kota kita berhenti sejenak ke SPBU terdekat untuk istirahat sekalian ibadah, yang sekitar 30 meitan kita berhenti. Nah setelah itu ke arah Wonosobo sampailah di alun - alun dan ternyata kehilangan salah satu motor dari kami menghilang-,- entah salah belok atau apa, kami memutuskan untuk berhenti di salah satu masjid besar sekitar alun - alun. Lama lagi kita menunggu, dan ternyata ternyata Frans sudah sampai ke Basecamp nya, langsunglah kami semua menyusul dengan kecepatanseperti biasanya.
Mungkin ini karena sebelum berangkat tidak briefing terlebih dulu, ya jadilah begini hahaha...
Sampailah kami semua di Gapura Selamat Datang Wonosobo, but it's not enough. Perjalanan masih jauh bung, eh tidak tau juga. Sepertinya sebentar lagi, dan lucunya saat sampai di persimpangan jembatan yang sedang di perbaiki kami memilih jalan yang salah. Bukan tak lain adalah jalan ke arah proyek itu dilaksanakan, Alhasil kami semua putar balik. Dan orang yang sebelumnya di belakang kami juga mengikuti kami ke arah yang salah, jalan yang salah maksudnya. Gelik gitu jadinya :)
Basecamp Pendakian G Sumbing yang kami datangi yaitu via Garung, tepatnya di kiri jalan setelah basecamp pendakian G. Sindoro yang berada di kanan jalan.
Tepat pukul 14.00 sampailah kita di step 1, star from clim the Sumbing Mountain. Istirahat sembari menikmati "PENTOL"  alis bakso, meskipun rasanya biasa saja. Berhubung kami lapar ya semuanya terlahap habis tak tersisakan, yang paling lucu adalah Si Upi makan dengan menambahkan banyak sambal, entahlah apa yang akan terjadi setelah itu. You Know lah hahaha...
Filosofi yang mengatakan lelaki kurang PEKA mungkin saja ini adalah buktinya. Sebelumnya kan sudah diceritakan kalau aku ikut rombongan pendakian temenku dan ternyata dia batal ikut, alhasil aku ikut dengan orang yang sama sekali belum dikenal. Nah Dilah dan Dewi juga belum kenal dengan yang lainnya kecuali dengan Upi, Sipo, dan aku. Karena sisanya adalah temannya si Sipo, nah mereka berdua ini berniatan untuk berkenalan yang lainnya, dengan mengkode ke sipo untuk memperkenalkan mereka tapi dia justru tidak mengerti isyarat yang kami berikan. Akibatnya berangkat perjalanan sebelumnya kita melakukan pemanasan sejenak sampai melakukan perjalanan menuju POS 1 belum berkenalan juga. Dan mereka hanya pasrah dan berharap semuanya akan mengalir saja saat perjalanan.

Pukul 15.00 kami star dari basecamp, medan yang dilalui cukup melelahkan. Sekitar 10 km untuk bisa mencapai Pos 1, dari melewati jalan beraspal sekitar 100m kemudian berubah menjadi jalan berpetak atau berbatu. Itu sangat sangat melelahkan dengan kemiringan sekitar 45 derajat, kedua kaki ini seperti diuji hehehe, setekah itu barulah kami melewati jalan tanah yang berbatu juga, cukup licin. Karena itu merupakan jalan perpotongan yang biasa dilalui pendaki, sedikit kaget karena ada ojek dari basecamp sampai pos 1 dan itu cuman 25rb per orang. Hehehe tapi kami memutuskan untuk berjalan dan tidak menggunakan ojek. Pemandangan di sekitarnya sangatlah bagus, dengan kebun teh.

kiri - kanan
Iqbal - Upi - Sumaher - Daniel

sepanjang perjalanan

Satu setangah jam perjalanan, sampailah kami semua di Pos 1. Bisa ngeteh dulu sambil ngemil gorengan, lumayan tambah yang anget - anget karena suhu sudah cukup dingin jika kita hanya berdiam diri sebentar. Setelah puas isi amunisi, saatnya melanjutkan perjalanan ke pos pos selanjutnya. Jalan yang kita tempus sekarang tidak begitu berat dari sebelumnya, mungkin sebelumnya adalah pemanasan buat kami semua dan ini kita sudah menyesuaikan lingkungan dengan cepat. Jalanan tanah yang licin dan cukup curam kemiringannya membuang keringat kami begitu banyak. Dari yang awalnya kedinginan kemudian mengenakan jaket dan sekarang jadi kepanasan hehehe.. Inilah alasan mengapa aku tak pernah mengenakan jaket selama perjalanan :D
Butuh waktu cukup lama untuk mencapai pos pos selanjutnya, tepat jam 18.00 kita sampai ke pos 2 sekalian ISHOMA (istirahat, sholat, makan). Hari mulai gelap, kabut mulai kelihatan dan dingin yang cukup menusuk, siapkan senter dan barulah kami melanjutkan perjalanan. Berhubung yang tidak semua membawa senter, untuk menghematnya kita hanya menggunakan 4 senter yang dibagi ke setiap bagian, dengan 1 di depan, 2 di tengah dan 1 di paling belakang. Selama perjalanan kita hanya minum air tidak cemil sana cemil sini takut nantinya seret kali yaa hehehe

Selama perjalanan anak - anak cowok khususnya malah menceritakan hal - hal yang mistis, dan saat itu juga kita menyadari kalau hari itu adalah malan jumat kliwon pula, makin merinding kan? Nah yang paling lucu adalah si Kybel kan paling belakang, eh si doi minta tuker posisi, takut nantinya malah ada lagi di belakangnya. Dan untuk meyakinkan semuanya kita berhitung dari depan dan belakang, berharap tidak akan berlebih orangnya. Serem aja jika nanti ada yang menyebutkan angka "EMPAT BELAS" 
Setelah cukup jauh menempuh perjalanan, rasa lapar mulai menyerang kami semua. Alhasil kami berhenti sejenak dan mulai membuka makanan yang ada di tas kami masing - masing. Nah kali ini ada yang habis dari Malang, jadinya dia membawa kripik apel yang katanya khas banget sama kota malang. Snack diputar dari ujung ke ujung, ada juga yang menikmati rokok juga -,-
Nah mulai nih pada kepo fakultas yang lainnya, dari Geofisika, FKM, Kebidanan, Geologi, Peternakan tapi ngaku - ngaku anak Mesin haha..
Pokoknya cerita banyaklah, sampai lupa apa saja kontennya. Tanpa disadari kami semua sudah mulai akrap bahkan mengingat nama yang lainnya. Tepat pukul 21.00 kami sampai di bawahnya PESTAN bukan tak lain adalah "PASAR SETAN". Entah kenapa namanya seperti itu? mungkin setiap malah dimensi lain ada interaksi di sana, orang yang beruntung atau apeslah yang akan dapat masuk ke dimensi mereka. Lumayan magis juga gunung Sumbing ini. Karena di pestan pepohononan sedikit maka kami memutuskan tidak membangun tenda di sana, tetapi di bawah sebelum pestan yang terdapat tanah lapang dan lumayan pepohonan sehingga saat angin lebat tidak terlalu dingin karena terhalang pepohonan.
Kali ini kami membagi job, yang merasa laki - laki mendirikan tenda dan yang merasa perempuan memasak. Menu kali ini adalah nasi (1 nesting untuk 13 orang-_-  *karena masaknya begitu lama) Meskipun awalnya takut gagal berasnya menjadi nasi, eh ternyata berhasil. Cukup lama membuatnya. Selain itu ada mie rebus yang dibuat jadi mie goreng, dan telur di campur dengan metega. Baunya sih enak, entah bagaimana rasanya? Lucunya kami semua tidak ada yang membawa piring, sendokpun hanya 5 biji. Untungnya Si Upi membawa kertas minyak *bukan yang buat muka ya ini
tapi kertas yang biasanya dibuat untuk bungkus nasi. Yasudah akhirnya kita menjajarkan semua kertas di tanah yang lapang kemudian menuangkan nasi, mie dan yang terakhir adalah telur. Siap deh dieksekusi sama kaum - kaum kelaparan ini hahaha -_-
Benar sekali kita adalah kaum - kaum kelaparan, buktinya semua tak tersisa sedikitpun. Ya walaupun awalnya sempat ingin mengambil duluan alias berebut. Setelah makan, masuklah kami semua ke tenda masing - masing untuk mencari kehangatan. Bukan tak lain ya tidur.


-tidur dulu yaa-


Jumat, 5 Februari 2016
Selamat pagi..
Ohayou Gozaimasu..
Sugeng Enjing..
Nah pagi ini kabut cukup tebal, buktinya view gunung Sindoro di seberang kami tak terlihat sedikitpun, dingin menusuk tulang. Berdiri 5 menit tidak bergerak sudah merasa kedinginan, untungnya si Frans masak air yang nantinya dibuat untuk kopi atau susu dari logistik yang kami bawa. Sambil cemal - cemil roti tawar yang dituang dengan susu kental manis. Niatnya mau masak, tetapi nanti tidak keburu sampai ke puncang. Akhirnya kami memasukan semua logistik yaitu nasi, telur, mie, minuman instan, dan seperangkat alat masak ke kantong plastik yang nantinya akan dibawa dan kami akan masak saat sampai di puncak. Sebagian mempersiapkan barang bawaan, sebagian juga sibuk dengan kamera masing - masing. Karna puncak Sindoro sedikit mulai terlihat..

Halo Sindoro

Yang tertutup aja bisa terlihat indah

mendung 



Ini nih yang sibuk mencari angle yang pas

"Kak Anis"   *Langsung nengok

pie? Mantep to?

Itu Andrew lagi ngapain ya? Hahaha


yang lainnya sibuk prepare, eh ini anak malah ngeksis sendiri -_-





Pukul 07.00 kita mulai meninggalkan tempat camp kami, yang dibawa hanyalah barang - barang yang sekiranya nanti digunakan saat di atas. Tapi sebelum berangkat ada baiknya foto full team


Susah sekali lho buat dapat foto ini, mau minta tolong orang yang lewat. Pada ndak berani buat memulai. Alhasil pakailah tripot kecil milik kybel. Ya walaupun jatuh terus kameranya karena tanah yang miring. Cukup 2 cepretan kami sudah merasa puas. Lanjut perjalanan ke atas, kali ini kami bersama rombongan makcik - makcik dari Malaysia, tapi kami punya sebutan khusus yaitu upin - ipin hehe.. Selama perjalanan jika sudah terlihat makcik - makcik ini, kami jadi semangat alias tidak mau kalah ataupun keduluan dengan upin ipin ini.
Kalau sudah bilang "Buruan, Upin Ipin sudah mendekat"
Nah semangatlah kami melanjutkan perjalanan, meski rasanya sudah tak kuat lagi. Walaupun tidak membawa barang bawaan alias tas seperti saat pertama kali naik. Kali ini kami hanya membawa 3 tas yang di bawa oleh 3 orang tentunya, tapi nanjaknya sama - sama berat, bebatuan licin, tanah licin, dan sedikit pepohonan pastinya. Pos yang akan kita lewati yaitu Pestan berupa tanah lapang yang luas, sedikit pepohonan, cocok untuk membangun tenda tapi anginnya tidah terhalang jadi lumayan lebat. Butuh sekitar 45 menitan untuk  sampai ke sana dari post camp kami menuju pestan ini.



Sipo dan Frans berjalan lebih dulu karena akan mengambil air di salah satu mata air sebelum watu kotak, dan kami akan bertemu di Watu kotak kemudian baru melanjutkan ke pos selanjutnya..

Selanjutnya adalah pos Pasar Watu, seperti namanya disana memang banyak sekali batu - batu, dan cukup licin tentunya.. Selama perjalanan lapar menyerang, ya pastilah karna kami hanya sarapan kopi panas dan juga beberapa slise roti tawar itu hanya bertahan 1 jam paling lama. Nah saat membuka tas ternyata oh ternyata makanan ringan yang tadinya dimasukan ke kantong plastik tidak dimasukan ke tas yang akan dibawa ke puncak, melaikan hanya dimasukan di dalam tenda. Untungnya di tas Upi ada sebungkus biskuit dan 2 bungkus snak kering. Pasti taulah bagaimana rasanya itu makanan dibagi untuk 12 orang, untuk minum kita juga menghemat lantaran baru sampai tengah sudah habis 3 botol ukuran 1,5 Liter. Ya meskipun masih kelaparan, semangat kami untuk melanjutkan tak luntur.





Nah setelah pasar watu kami menuju Watu Kotak, entah apa yang mendasari namanya. Padahal watunya pun juga biasa aja. Tidak ada kotak - kotaknya. Nah di tempat ini kami meninggalkan beberapa botol kosong milik kami, karna embun cukup pekat menimbulkan tetesan air pada bebatuan yang ada di sana. Dan meninggalkan 1 tas besar milik rombongan kami, karna setelah ini medan yang ditempuh akan lebih berat lagi. Saat sampai di Watu Kotak ppada saat yang bersamaan pula rombongan makcik - makcik dari Malaysia juga sampai di tempat ini. Alhasil kami hanya beristirahat sebentar, setelah itu mulai melanjutkan perjalanan lagi.

Butuh waktu 4,5 jam untuk sampai ke pucak atas. Di Sumbing ada 2 puncak yaitu puncak kawah dan puncak Rajawali / puncak Buntu yang paling tinggi.











Dan mereka membuat koalisi sendiri -__-
Geologi
KOALISI GEOLOGI

FMIPA

GEOFISIKA


KEBIDANAN

PETERNAKAN tapi ngakunya anak MESIN

Dingin sekali di atas, kabut tebal membuat Sindoro tak terlihat sama sekali yang ada hanya pemandangan putih - putih. Kali ini Sipo, Frans, Daniel, Sumaher dan Iqbal duluan. Sisanya sibuk ceprat - cepret sampai puas. Hampir 1 jam kami di atas, lalu kami memutuskan untuk turun karena hujan mulai turun (rintik - rintik) entah ini hujan beneran atau tetesan embun dari kabut tebal..

Waktu yang dibutuhkan untuk turun memang jauh lebih sedikit daripada saat kami naik menuju puncak. Di sini kekuatan kaki sangat diuji karena tumpuan kita hanya ada di kaki untuk menahan supaya tidak kejauhan, dan bisa - bisa terjun ke jurang. Tangan yang kuat juga dibutuhnya untuk bertahan pada sisa - sisa bebatuan yang ada di sana.
Hujan yang awalnya gerimis kecil lama - kelamaan menjadi besar dan semakin besar dan juga diikuti dengan angin kencang, kami hanya bisa menunduk dan jongkok di samping pepohonan kecil untuk berlindung. Nah salahnya kami adalah jas ujan ditinggal di Tenda, hanya 2 orang yang memakai yakni aku dan Andrew karean kami tak mengenakan jaket polar alhasil jas ujan milik Upi, aku yang memakainya. Kali ini kami membentuk formasi untuk memudahkan jika terjadi sesuatu.
Yang paling depan ada Kybel selanjutnya Dewi, Dilah, Kris, Anis, Andrew dan yang terakhir Upi. Berhubunga jalan yang kami lalui adalah jalan air mengalir juga, alhasil kita harus ekstra hati - hati jiga tidak mau terpeleset dan kecebur.
Dua sampai Tiga jam kamu baru sampai ke tempat camp dan langsung masuk ke tenda masing - masing, dan apesnya aku terpeleset di depan tenda. Akibatnya celanaku full lumpur. Nah anak - anak laki yang sampai ke tenda duluan sudah memasak mie, gantianlah sekarang mereka yang masak buat kaum wanita hehehe..
Jam 15.00 kita semua sampai ke tenda, semuanya masuk ke tenda masing - masing. Hanya saja tenda Sipo yang digunakan untuk masak mie cukup penuh dan anget juga sepertinya karena ada api. Nah dilain sisi tenda cewek dengan membersihkan diri, ganti pakaian dengan yang keringlah. Nah awalnya aku tidak mau ganti baju kering karena aku hanya membawa baju satu dan itu akan dikenakan pas sampai basecamp sekalian mandi. Tapi berhubung badan tidak bisa diajak komprobi dan sudah cukup menggigil akhasil aku ikutan ganti baju sama seperti dilah. Iya memang betul setelah ganti baju rasa menggigil sudah berkurang dari sebelumnya. Dan kami ngepacking barang bawaan masing - masing dan pukul 16.00 bergegas turun karena Dilah besok ada musyawarah mahasiswa di Kampusnya. Jadi mau tidak mau ya hari ini kami semua harus pulang, setidaknya sampai di Semarang. Semua sudah siap dengan memakai jas ujan milik masing - masing, keluar dari tenda dan mulai merobohkan tenda masing - masing.

Jujur ini pengalaman pertama melipat tenda dengan keadaan hujan lebat seperti ini, lumpur - lumpur menempel ke tenda menyebabkan tenda semakin berat dan pastinya tidak dimasukan ke caries melainkan kami tenteng. Sampah yang kami hasilkan juga cukup banyak, hampir setengah trashbag. Beban pundak bertambah berkali lipat karena baju basah.
Sebelum pulang alangkah baiknya kami berdoa menurut keyakinan masing - masing, semoga diberi keselamatan sampai ke tempat tujuan. Berhubung jalannya benar - benar licin sekali alhasil selama berjalanan kita main perosotan layaknya anak kecil. Karna itu juga tidak berat, hanya bermodal pertahanan kaki kami dan kesigapan kami untuk mendarat dengan baik, tanpa harus kecemplung ke cekungan. Nah perasaan sudah ganti celana dan baju, tapi aku merasakan celanaku kok basah. Langsunglah aku cek, dan ternyata jas ujan celanaku sudah robek tak berbentuk. Yah percuma dong tadi ganti celana. Mau tak mau harus dipakai sampai ke Tembalang -__-
Setelah melewati pos 2 menuju pos pertama kami salah memilih jalur, beda sekali dengan jalur yang kamu lalui saat perjalanan naik. Medannya ini dengan kemiringan yang lumayan wow dan sangat licin, seperti jalur motor trail dengan kubangan air hujan yang mengalir. Selama perjalanan ini cahaya matahari sudah sedikit menghilang dan berganti menjadi gelap dengan modal senter hanya 2 yang dipakai pada orang yang paling dengan dan yang paling belakang. Aku sendiri sudah lelah buktinya selama jalan aku terus yang terpeleset. Kaki ini sudah tak mau bertahan, terdengar suara azdan yang menjadi tanda bahwa pemukiman penduduk semakin dekat dan kami semakin dekan ke pos 1.
Dan jam 18.30 sampailah kami ke pos 1, langsung memesan teh panas dan gorengan sembari merebahkan badan ini.

Nah Sumaher dan Sipo sedang sibuk menawar ojek, seperti yang diceritakan di awal tadi kalau ada ojek dari basecamp ke pos 1 begitu juga sebaliknya. Karna kami semua sudah tak kuat untuk merjalan lebih dari 10 Km, kami memutuskan untuk naik ojek dan mendapatkan harga yang lumayan murah dari sebelumnya. Berhubung kami rombongan ada 13 orang makanay satu anak kena Rp. 20.000,00. Nah 10 menit kemudian mulailah satu persatu dari kami mengikuti tukang ojek dan mulai menaiki motornya. Ojek yang aku naiki tanpa menggunakan lampu motor hanya menggunakan senter yang kupunya dan penerangan dari kawak ojek di belakang maupun di depannya. Selama perjalanan hanya komat kamit isinya, gimana tidak takut dan ngeri? Jalan bebatuan menurun, tak ada penerangan, hujan lebat, dan jalanpun licin. Tak bisa membayangkan jika terjadi apa - apa -,-
Mulailah kami satu - ersatu sampai ke basecamp, dengan badan basah kuyup dan menggigil Huhhh
Yang paling lucu adalah si Kybel, dia memakai jas ujan tapi dengan pakaian yang dikenakan basah kuyup, alhasil selama perjalan di boncengin ojek dia menggigil, eh si doi bilang ke mamang tukang ojenknya
" Mang jangan getar - getar ya, ini saya semakin menggigil"
Gimana engga goyang coba? medan yang dilalui saja jalan berbatu, ya pasti getaran timbul di sana - sini. kami yang mendengar cerita itu hanya bisa tertawa. Antara meledek atau justru lucu hehehe...
Yang lainnya pada mandi dan bersih diri dan aku hanya mematung dengan jas ujan dan bergerak maju mundur untuk menghilangkan rasa dingin ini. Cukup lama menunggu mereka beberen, alhasil mengambil salonpas koyo dipotong dan ditempel ke atas hidung. Katanya ya biar enak nafasnya dan anget, Eh yang lainnya pada ngikut. Sambil bergilir Gel Koyo untuk nyeri atau keseleo, katanya tidak ada efeknya dan tidak panas. Ya sudah mereka mengoleskan ke bagian tubuh mereka dan itu cukup banyak. Nah 10 - 15 menit kemudian panasnya baru berasa, Nahlo rasakan itu hehehe, sok sok an sih itu.

Pukul 20.15 an kami memulai perjalanan ke Semarang, hujan kali ini semakin lebat dan kata seorang teman ternyata sampai Temanggunga masih hujan. Kali ini kami memilih jalan Kota, tidak berani lewat Sumowono karena sepi dan sedikit lampu penerangan. Nah selama perjalanan si Kybel menggigil kedinginan karna hujan lebat ini berasa dilempari batu dan itu sakit sekali. hahaha Untungnya dia mengajak bincang - bincang terus jadi ya tidak mengantuk selama perjalanan. Saat kami berhenti di salah satu SPBU di daerah Magelang untuk turun dari motor saja susahnya minta ampun. Kaki ini tidak mau digerakan dan sakit sekali rasanya kaku. Baru berdiri 5 menit badan sudah menggigil ke mana - mana. Langsung lah cus ke Semarang, setelah melewati Jalan Magelang - Ambarawa yang biasanya dilewati Mobil - mobil berat semuanya mulai menaikan kecepatan motornya masing - masing. Mentang - mentang sudah tau jalan pulang jadi sok sok an pembalap ini. dan sampainya di turunan ke Bandungan jalanan macet sekali karena jalan yang biasanya digunakan 1 arah dirubah menjadi 2 arah karena ada mobil kontainer yang lepas kendali *miring dan kemungkinan bisa terguling. Nah si Kybel sok sok an lewat sisi kiri yang itu hanya bisa dilewati satu motor aja. Entah dia mengantuk atau terlalu semangat, motor yang kami naiki nyelip di perpindahan aspal paling pingkin alhasil kami oleng dan untungnya Kybel bisa mengembalikan keseimbangan sehingga kami tak terjatuh. Setelah kejadian itu mata yang awalnya sangat mengantuk ini semakin  melek dan bahkan terang benderang. Mungkin kalau punya penyakit Jantung bisa langsung kontraksi kali yaa...
Taraa jam 11.45 kami mendarat cantik di Kontrakan Sipo
Alhamdulillah sampai Semarang, dan suhu badan menjadi panas..


" Kamu tidak harus pergi jauh dengan orang yang sebelumnya kamu kenal,
tapi dengan kamu pergi jauh dan dengan orang yang belum kamu kenal sama
sekali itu sangatlah menantang dan membuat dirimu semakin peka dengan 
situasi sekitar"




---------- o ----------

Selasa, 19 Januari 2016

Perjalanan jauh, nikmat di jalannya !!!!

Berawal dari ajakan satu orang yang ingin liburan alias refresing selepas UAS (Ujian Asal Sukses), sebenarnya tidak ada ujian melaikan hanya tanda tangan saja karena memang tugasnya cukup menyita waktu mahasiswa yang super sekali revisinya. Tapi tetep saja ada 2 matkul yang mengadakan ujian.

Okay cukup segitu saja yaa, tak mau membahas lebih panjang lagi masalah UAS, karna semakin membuat sakit hati. *EH

Awalnya aku mengajak mereka (read: intan, juli, dina,  sukma, citra, kiki, ninda) untuk sekedar main, tapi di luar Semarang. Nah singkat cerita si Intan juga lagi puyeng sama urusannya, makanya ia ikutan gabung dengan kita. Dari awal sudah konfirmasi bisa itu ada Aku, Ninda, Intan, Dina, Juli, dan Kiki. Citra ada acara PMK, Sukma katanya tidak bisa menyesuaikan jadwal dengan kita semua, eh bukan maksudnya di sudah berpulang ke kampung halamannya buat persiapan pernikahan  kakaknya.

Awalnya kami tak tau mau main kemana??
Alhasil cobalah searching tempat wisata sekitar salatiga dan ambarawa, Nah intan usul ke Gunung Telomoyo. Dan aku mengiyakan saja, karna memang sejak lama ingin ke sana, tetapi belum juga kesampaian. Selanjutnya Juli juga tanya ke mbah google seputar jalan menuju kesana bagaimana? apakah memungkinkan untuk kita kunjungi, apalagi kami cewek semua *sebenarnya itu juga tidak ngaruh. Dari deskripsi mbah google akses menuju ke sana lumayan terjal, selanjutnya dikuatkan oleh salah seorang teman juli yang juga pernah pergi ke sana. Katanya setelah dari sana, motornya di service full dan banyak ganti ini itu.
Waduk kok agak horor gini ya....
Semenjak itu aku dan juli tetep tidak mau ke Telomoyo, karna kita juga tidak mau mengambil risiko yang di luar kemampuan kita.

H-1 (malam hari, sebelum besok berangkat)
Ada yang memuali obrolan di group yang menanyakan besok kita mau kemana?
Kemudian ada yang menimpali kemana aja boleh, asal jangan jauh jauh. Sekitaran Salatiga atau Ambarawa saja.
Nah kalau begini biasanya kami tidak mau mengambil pusing, yasudah pikirin besok pagi saja.

Sabtu, 16 Januari 2016
Pagi jam 08.00 aku sudah sampai di kosan Baru juli, karna baru kemaren dia pindahan. Jadi maklum masih agak berantakan.
Intan ternyata baru bangun dan masih di rumahnya, Dina Kiki nunggu Intan sampai Tembalang, takut nantinya malah HOAX . Sembari menunggu juli aku asyik dengan novel yang sedang aku pegang, sedangkan juli masih ke kosan lamanya untuk mengambil tas sama hp yang masih tertinggal di sana.
Tepat jam 09.45 Intan, Kiki, dan Dina sudah mendarat manis di kosan Juli, dan tentunya diikuti dengan Juli. Karna tanpa dia, kami semua tidak bisa masuk hehehehe...
Kita jadinya kemana? Salah seorang dari kami membuka obrolan, yang ada pilihannya apa mau ke Chuntel? Ah Si Anis sudah pernah. Selo katanya bagus, aku menambahi. Apa jogja aja sekalian? Janganlah jauh itu. Lalu kemana? Ketep bagus tidak si? dan Kiki menjawab, bagus kalau tidak kena kabut. Nah apa kita kesana aja? Yauda yok...
(tu kan segampang itu kita memutuskan untuk pergi kemana)
Tepat jam 10.00 kami semua berangkat dari Tembalang, dan kumpul di Pom biasanya untuk isi angin dan sekalian isi bensin. Di sana aku mulai curiga, hpku sudah dimasukin belum ya? Lantar aku meminta Kiki untuk mencari di tasku, Tidak ada katanya. Cukup kaget akunya, karna hanya ada 2 alasan yaitu sudah dimasukin entah itu ke saku celana/tas kemudian jatuh, atau justru benar - benar belum dimasukin.
Aku berharapnya pilihan kedualah yang BENAR
Yasudahlah sudah di sini juga, kalaupun berbalik arah hanya untuk mengambil hp itu sangat disayangkan, yang penting hp yang lainnya masih full baterai. Maklum sangat disayangkan kalau kita main ke suatu tempat dan tak mengabadikan suatu momen, tentunya  ada yang kurang. Hehehe..
Kemudian kita melanjutkan perjalanan, kita lewat Salatiga kemudian berbelok ke arah kopeng lurus saja terus ikutin jalurnya sampai nanti di kiri jalan ada plang ke arah Gardu Pandang Ketep. Dari plang tadi kami masih menempuh jarak yang lumayan jauh dengan medan  berliku dan menanjak. Sekitar pukul 11.45 kami semua baru sampai di tempat wisata itu.
Gunung Merbabu dan Gunung Merapi mungkin akan terlihat jelas, tapi sayang seribu sayang saat kami semua sampai di sana tertutup kabut tebal, yang ada hanya putih putih dan udara cukup panas. Beda halnya saat perjalanan tadi, udara cukup dingin dan begitu sejuk.
Selanjutnya kami memutuskan untuk keliling - keliling sampai ke atas untuk \mengambil beberapa foto, meskipun awalnya bingung mau meminta tolong sama siapa?


Ini merem karna SILAU BGT


Lagi mencari spot yang bagus, eh kata mereka bagus lagi kalau ada objeknya..
Hmmmm


sebenarnya mas mas yg di belakang itu lagi sama pacarnya hehehe

juli Mbah BOS

iya nih lagi pusing mikirin RIZKY

kapan abang ngelamar adek?





Obrolan singkatnya itu
Masih jam segini, mau lanjut kemana kita? Kalau langsung pulang ya sayang banget, tanggung juga sudah sampai sini.
Yang lainnya nimpalin, JOGJA yokkk... dan kami semua meng iya kan tapi sholat dulu baru deh meluncur, kalau bisa isi amunisi dulu

Lucunya saat kita mencari mushola, karna Kiki sudah pernah ke sini jadi kami semua percaya aja sama dia. Pas sampainya di pertigaan, jalan naik tangga dan satunya jalan turunan. Nah kata si Kiki lewat sini yaaa (nunjuk jalan bertingkat), kemudian semuanya menyusul di belakangnya. Dan Si Intan masih mengeluh sebenarnya lewat bawah tadi bisa, tidak harus lewat tangga ini ntar malah muter. Nah benar kata Intan yang lain menimpali.
Hanya saja jalan bertingkat tadi memang turun, tetapi menuju ke museum volcano merapi. Jadi Si Kiki ngajakin lewat sana karna biar kita juga bisa tau Gunung Merapi itu bagimana, lewat museum itu. Dan yang lain hanya bisa ber OHHHH ria (read: padahal aku juga ngarang alasan itunya hehehe )


Pintu keluar dari museum memang langsung menuju ke mushola, kemudian kita melakukan ibadah dan istirahat sebentar. Setelah itu baru melanjutkan perjalanan ke Jojga, saat itu langit di atas kita sudah gelap tertutup awan mendung, mungkin sebentar lagi akan hujan. Benar saja saat sampai di pertigaan jalan alternatif ke arah muntilah wussss hujan deras turun, sontak kami semua menepi untuk memakai atribut pelindung dari hujan, tetapi kiki tidak membawa jas ujan. Alhasil aku, juli, dan dina bertukar jas hujan. Juli mengenakan jas hujan dina, dina mengenakan jas hujanku, dan aku sendiri mengenakan jas hujan Juli karna miliknya jas hujan ponco. Jadi Kiki bisa menunduk dibawah jas hujan yang aku kenakan.
Sepanjang perjalanan tidak hujan terus, melainkan sedikit sedikit. Awalnya hujan, kemudian rintik - rintik, panas, hujan deres lagi. Begitu terus selama perjalanan, dan aku hanya bisa tertawa melihat tingkah kiki yang saat hujan berlindung ke jas hujan yang aku kenakan, saat hujan cukup reda dia bilang "uda ngga hujan kan? aku keluar ya?"
"iya uda reda kok, keluar aja."

Baru berjalan 100 meter, kemudian hujan mengguyur lagi
"duh masuk lagi kan ini" keluh Kiki
hehehehe kasian juga sih, tapi ya mau tidak mau harus begitu, daripada basah kuyup.

Akhirnya kami semua memutuskan untuk tetep memakai jas hujan dalam waktu yang tidak di tentukan, sampai akhirnya sudah memasuki wilayah JOGYA dengan awan mendung sudah berpindah ke belakang semua serta cuaca yang lumayan panas. Kami memutuskan melepas atribut pelindung hujan yang kamu kenakan.
Sudah sampai di Jogya dan sekarang kami semua bingung untuk pergi ke mana? karna jogya eksotis dengan pantainya, tapi hari sudah menjelang sore. Sangat tidak memungkinkan kita untuk pergi ke pantai karna akan capek di jalan saja. Selanjutnya kita memutuskan untuk mencari tempat makan di sekitar Gor Amongrogo tempat intan pernah tanding basket di sana, dan kita sudah mengitari sepanjang jalan, si intan kelupaan di sebelah mana tempat makannya.
haduhhh *tepok jidah ini mah

Akhirnya kita memilih tempat yang pasti - pasti saja, bukan tak lain adalah MALIOBORO. kalau sempet nanti bisa menyusuri sepanjang jalan malioboro, atau foto di benteng.



Setelah makan kita melakukan sholat asyar dulu, kebetulan di sebelah tempat makan kaki lima ini terdapat masjid. Dan mulailah kita menyusuri jalan malioboro, dengan Dina yang kepincut beli tas. Alhasil kita mengantarnya dan menawar harganya sekalian, setelah dapat dan langsung dipakai sama dia. Kemudian kita beranjak menuju benteng. Malioboro saat itu sangat ramai sekali, banyak rombongan study tour anak - anak sekolah yang kemungkinan besar dari luar Jogya dan hari itu adalah sabtu sore yang malamnya akan menjadi malam minggu untuk para pasangan kaula muda, sabtu malam untuk para JONES  heheheh...

Baru saja parkir motor, ternyata loket masuk ke benteng sudah di tutup. Dan kami semua memutuskan tetap parkir di sana kemudian berjalan ke perempatan lampu merah kantor pos, sekalian selfi selfi. 








Tepat pukul 17.00 kami semua kembali ke benteng untuk mengambil motor dan melanjutkan perjalanan ke Semarang





bingung mau gaya apaan

sudah CANTEKK KAN?



---------------------------O--------------------------

Itulah singkat cerita perjalananku kemarin, meskipun hanya satu hari dan lumayan jauh.
Kalau kata mereka 

" Perjalanan ke JOGJA, tapi cuman di jalannya saja"


~ the end ~

Selasa, 05 Januari 2016

Cuntel?

Minggu, 3 Januari 2016


Yeyyyy Selamat tahun baru 2016
Semoga tahun ini menjadi pribadi yang lebih baik lagi, berganti tahun berarti ada harapan baru dan semangat baru. Semoga RESOLUSI tahun ini bukan sekedar RESOLUSI

Seorang aku bangun di pagi buta pasti ada maksud tertentu, mungkin hal itulah yang terpikir di benak orang tuaku hehehe (maklum keseringan kesiangan). 
Pagi ini agenda kami berkunjung ke Air Terjun sebelum jalur Pendakian Merbabu via Cuntel, dengan agenda yang serba dadakan karna baru semalam ajakan itu muncul dari salah seorang teman.
Seperti biasa kita berkumpul di Indomaret langganan (read: mungkin hanya kami yg beranggapan)
Kali ini partner ku ada Tya, jadi mau tidak mau tepat pukul 05.30 karna langit sudah mulai cerah aku bergegas untuk menjemput ke rumahnya. Setelah itu meluncur ke titik kumpul yang biasanya kami gunakan sebagai start point keberangkatan dan juga sebagai tempat untuk membeli sebagian perbekalan kita selama perjalanan. Jam 06.00 kurang aku dan tya sudah sampai di indomaret itu, sedangkan yang lainnya perjalanan menuju indomaret. Entah apa yang dilakukan mereka di rumah mas ipan??? Padahal hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai ke indomaret, tapi jam 07.00 kurang mereka baru sampai.. ngaretnya ngga ketulungan-__-

Setelah semuanya datang, kita berdoa dulu sebelum keberangkatan
Semoga lancar sampai tujuan, kali ini ada 3 motor dengan jumlah 5 orang. Aku berpartner dengan tya, Mas ardi dengan saadah, dan mas ipan dengan carier tercintanya mas ardi.
Entah atas dasar apa mereka membawa carier 40L ini
Dan Alasannya cukup simpel, Buat FOTO bagus nis   -____- Akupun cukup mendesah saja (pikirku mungkin biar dikira habis nanjak hahaha) *peace maapin ya:D

Kamipun sudah siap untuk berangkat, pagi ini lalu lintas tidak begitu ramai ketimbang hari hari sebelumnya. (padahal 2 hari kemarin di rumah terus-___-) Perjalanan ditempuh sekitar 2 jam kurang, kami melewati jalan Salatiga Baru kemudian belok ke kanan ke arah Kopeng. Selanjutnya kita berhenti sejenak di sebuah mini market sebelum kopeng lantaran menunggu salah seorang teman yang ingin bergabung dan dia perjalanan dari Magelang. Di sela - sela menunggu apa yang kita lakukan? tidak lain dengan cerita yang berujung pada gelak tawa renyah dari kita semua. Entah omongan apapun dan semuanya membuat perut ini jadi lapar lagi, dan yang paling lucu adalah ketika mas ipan kembali dari sebuah masjid hanya untuk mencuci mukanya kemudian kembali lagi ke mini market itu, tepat di seberang kursi kami sebelumnya ada sepasang muda - mudi namun sudah pergi, ia menghampiri meja bekas muda - mudi itu. Tebak apa yang ia temukan?
taraaaa uang 10rb
Dan dia bilang "Alhamdulillah rejeki anak soleh hahaha"
Padahal kami dari tadi yang disana tapi tak menyadarinya juga, ya maklumlah yaaa Orang kalau ada duit matanya langsung IJO hehehe (bercanda hlo mas)
Daripada bingung ini duit mau digimanain, alhasil kami sepakat untuk membelikan secangkir kopi dan juga secangkir teh. Karna di sini udara sudah mulai dingin.
Sudah sejam kami menunggu mas faris, tapi dia tak kunjung memberi kabar, dannn sekalinya memberi kabar ternyata dia sudah sedari tadi menunggu di mini market sebelum jalur pendakian...
Ya mungkin kita miskom, maklum susah sinyal :p
Langsung saja kita semua meluncur ke sanaaa
Setelah bertemu mas faris dan kita istirahat lagi di mini market itu sembari menunggu saadah makan karna mukannya sudah cukup pucat. Seperti biasanya kita bercerita panjang lebar, dari yang tidak penting sampai ke yang paling tidak tidak penting bahkan bisa sampai ke mantan *Eh MANTAN
Saadah sudah sehat katanya, kamipun melanjutkan perjalana, dann tak lama sekitar 15 menit kita sampailah ke tempat tujuan. Meski tadi harus muter jalan lantaran ada jalan yang ditutup.
Dan Sampailah kita di Bukit Harapan Cuntel, Pohon Kembar namanya...

Sayang Seribu sayang foto yang dari hpku hilang semua, entah aku salah memindahkan ke folder atau apa. Yang pasti foto yang di hpku hilang semua. Dan foto serangga itupun juga hilang :'(

Hanya tersisa foto dari hp teman









Kurang puas foto di atas sana, hujanpun turun mengguyur tempat itu. kami pun berteduh di sebuah gubuk dekat situ, serta lapar mulai melanda... Dan kita malah selfi selfi




Kemudian salah dua dari kami naik ke basecamp pendakian untuk mencari mamang bakso, tapi mamang baksonya sudah menghilang.
Seiring dengan hujan yang mulai reda kita memutuskan untuk turun ke Air Terjun tujuan awal kita, mungkin saja alirannya deras karna tadi baru saja hujan. Sampainnya di air terjun, kita bingung mau ke arah mana, di sana tak ada penjaga atau orang sekitar. Yasudah kita memutuskan untuk istirahat, selang beberapa menit kemudian seorang mamang menawarkan menu makan yang mungkin dapat kita pesan. Tanpa ambil pusing kita langsung memesan makanan, karna ini perut tidak bisa ditolerin lagi hehehehe...

Nah sebelumnya saadah juga membawa perbekalan buah yang lumayan banyak, bodohnya aku!! di dalam carier ada buah dan carier tersebut malah aku jadikan sandaran  punggungku. Sontak pas dibuka sebagian buah "mlenyok" dalam bahasa jawa. 
Kupas kupas aja yang masih bisa dikupas heheheh....
Habis makan, sholat, tidur hahaha
Sudah hampir 2 jam kita beristirahat di sana, lanjut perjalanan berikutnya, cukup disayangkan karna air terjunnya asat alias tidak ada airnya. Akhirnya kami memutuskan ke bukit Harapan Cuntel Pohon Tunggal atau biasa disebut Kayu Satu...





Dan yang membuat betah di tempat ini adalah Penjaga gubuk kecil ini hehehe (Read: Mas Rully) Sosok orang yang mudah akrab pada setiap pengunjung, humble banget orangnya, gokil dan tidak tau kenapa bisa nyambung sama candaan kita semua. Tempat itu sontak menjadi ramai, padahal pengunjung bukan hanya kita saja masih ada orang lain yang menempati gubuk - gubuk di seberang sembari menunggu hujan reda.
Yang lucu adalah saat hujan mulai reda dan kita beranjak dari gubuk untuk mengabadikan momen, tapi hujan turun lagi. Sudah hampir 3 kali seperti itu terus menerus.
Duhh mau foto aja susah yak
hehehehe...


Si Dua si Joli, suah nyicil pre wed ya iniii hahaha





si tukang Humor

DIMANAPUN, GAYANYA SELALU BEGINI
Mau foto di pohon satu aja lama sekali,
Si tukang foto malah selfi sendiri, Pakai acara mau ditukar tambah sama indomie rebuh dan kopi. Entahlah mereka cukup ajaib untuk mengeluarkan ide - ide yang absurd.
Alhasil aku jadi guyonan empuk, dan tempat itu ibarat panggungnya. Entah sudah merapa pasang mata yang melihat itu.
Mungkin sebagian dari mereka ada yang ikut tertawa, Si Penjaga juga tak kalah mau ambil bagian-____-






Mereka yang suka membuat wacana bukan sekedar wacana
Mereka yang suka ngajak main serba dadakan
dan
Mereka yang tak pernah menyembunyikan topeng asli saat bersama


--o--

Sabtu, 07 November 2015

Malang Penuh Cerita Broo..


Rencana untuk traveling ke Malang sebenarnya sudah dari jauh - jauh hari, yang direncanakan oleh sekelompok anak muda ber - delapan (cewek semua sih). Tapi REALITANYA  hanya aku saja yang berangkat ke sana.
Bermodal nekat dengan sudah beli tiket 2 minggu sebelum keberangkatan tapi belum mendapatkan ijin sama sekali, alasannya sepele "kalau tiket sudah di tangan akan lebih mudah untuk mendapatkan ijinnya" (read: jangan tiru yg ini ya hehehe) 
Seribu nyali aku kumpulin untuk meminta ijin ke Orang tua dengan berbagai alasan kuat yang sudah disiapkan. ......
Perdebatan Alot yang hanya membuahkan hasil "Jangan berangkat, nanti tiketnya ibu ganti"
totettt.... muka suram langsung muncul

Keesokan harinya..


terdengar suara " yasudah boleh berangkat, tapi nomor temenmu masukin ke hp ibu"
UYEYYYYYYYYYY AKHIRNYAA



Minggu, 1 Februari 2015
Kereta berangkat pukul 21.45 WIB dari Stasiun Poncol Semarang dan tepat pukul 21.30 sudah siap sedia di Stasiun. Maklum biar ngga ketinggalan.
*lagu gambang semarang* sudah terdengar itu artinya kereta sudah datang, horeeeee
Langsung masuk ke gerbong 7 (paling ujung) dan sumpah keadaan berantakan, wajar sih kereta ekonomi-___- Sedihnya tempat duduk yang harusnya ku tempati ternyata sudah ditempati orang lain, untungnya ibu-ibu di depan malah nawarin tempat duduk di sebelahnya (plong rasanya)...
Yehhhh sudah duduk dan siap - siap pantat tepos sampai 10 jam ke depan 

* S K I P      T I D U R *

Senin, 2 Februari 2015
Tepat Pukul 07.30 WIB Kereta Matarmaja sudah merapat di Malang Baru
WELCOME MALANG baik - baik ya seminggu ke depan (read:jangan hujan)
Langsung meluncur ke depan dan nyamperin Michele yang sudah menunggu di deket parkiran hehehe, cus ke tempat Ohmnya Michele naruh barang sebentar langsung dilanjutkan keliling UB untuk isi amunisi perut.
Tara pagi - pagi makan sup ayam (penasaran sama bentuknya) eh engga taunya hampir sama seperti soto yang ada di semarang, tapi tetep aja bilangnya sup ayam. Wajar saja sih, kan soto di Jawa Timur kuahnya kental kayak ada campuran santannya.
Inilah kenapa disetiap perjalanan ke tempat baru pasti ada sesuatu yang baru dan unik :)
Setelah lama melepas lapar, kami berdua bergegas kembali ke rumah lagi. Awalnya sih cerita - cerita, eh pada kenyataannya malah tidur masing - masing. Maklumlah aku di Kereta cuman bisa tidur sebentar (setiap jam selalu terbangun).
Hari ini agendanya jalan - jalan di Alun - alun Kota Batu, tapi niatnya cuman makan ketan yang katanya legendaris banget (read: Post Ketan).
Sore pukul 16.00 WIB aku dan michele berangkat ke kampusnya michele. Sampai di sana sempat diajak keliling filkom sebnetar. Sebelum akhirnya datang teman - temannya michele




Baru kenal sama ka davin, eh langsung akrab dan bercanda bareng.
Kakaknya lucu sih, tapi kadang garing *hehehe maapin ya ka davin


Setelah semuanya full time, berangkatlah kita ke Alun - Alun Batu
Rame sekali disana, nah tujuan awalnya makan ketan. Tapi warungnya malah tutup, ya mungkin saja belum rejeki. Dan diminta untuk berkunjung lagi kemudian hari, jikala ada kesempatan hehehe...

Sudah capek - capek sampai sini, niatnya makan ya tetep makan. Meskipun tak sesuai harapan awalnya
mini Eifel


Perkenalan dulu yakkk
Dari Kiri ke Kanan
Yohana - Anis - Michele - Ricky - Ka Davin - Echa - Rony - KevinDj


Setelah sedikit amunisi perut, kitapun berpisah. Aku dan Michele memutuskan untuk ke BNS, dan yang lainnya pada ke warnet duel DOTA *mainan anak filkom yg ini-__-



Yeahhh Foto dulu ya di depan
Dari semua wahana permainan di sana paling tertarik dan hanya tertarik ke Taman Lampion
Di dalamnya ada berbagai macam bentuk lampion dan dijamin bikin baper *eh
Maklum banyak pasangan yang di sana, dan kita mah apa yak cuman sepasang cewek yang lagi butuh liburan hehehe
Pokoknya selalu pose di setiap spot, apapun bentuk lampionnya 



Puas banget keliling BNS (read: meskipun cuman Taman Lampionnya aja si)
Lanjut perjalanan pulang
Dan menu malam ini adalah Ayam Geprek yang katanya super pedes di Malang, ini kata salah seorang mahasiswi UB hlo. Jadi percaya dong. Satu yang paling ciri khas, yaitu rasa tehnya itu beda sama teh yang di Semarang. Seperti ada sari agar - agar. Pokoknya seperti itulah, kalau ada yang penasaran. Ayo ke Malang dan rasakan tehnya hahaha


Selasa, 3 Februari 2015
Pagi - Pagi ribut mau destinasi kemana saja? Kalau mau ke pantai, harus ke Malang bagian Selatan, dan itu jauh sekali. Perjalanan dari Malang Kota bisa 2 - 3 jam ke lokasi tujuan.
Dengan cukup pertimbangan akhirnya kita memutuskan untuk ke Museum Brawijaya, Masjid Tiban dan satu destinasy ke pantai, lokasinya disesuaikan dengan arah ke Masjid Tiban.





Kalau ke Malang belum afdol kalau tidak makan Bakso, menu sarapan kali ini adalah bakso bakar dengan lontong. Padahal sarapannya jam setengah 11, ini mah sarapan sama makan siang di rapel jadi satu. Setelah kalori tubuh tercukupkan, kitapun bergegas ke Masjid Tiban dengan modal Google Map. Panasnya Malang kalau siang hari woww. Hampir 1,5 Jam perjalanan sampailah kita disini

taraaaa Masjid Tuban






Gaya Arsitektur yang Uniklah yang membuat masjid ini cukup di kenal masyarakat umum. Tepatnya di daerah Turen. Istirahat sholat sebentar, sebelum nanti melanjutkan ke tempat tujuan lainnya. Bangunannya bagus sekali, tetapi masih ada pembangunan. Jadi 100% belum selesai.

Setelah cukup istirahat sejenak, mulailah kita melanjutkan perjalanan ke selanjutnya. Tadi saat perjalanan ke Masjid searang dengan Pantai Bajul Mati dan Sendang Biru. Karena kita masing asing dengan kedua pantai tersebut, googling adalah salah satu cara yang ampuh untuk mendiskripsikan bagaimana pantai tersebut, langsung lewat gambar.
Akhirnya kita memutuskan untuk ke Sendang Biru karena dari Mbah Google, view yang bagus ya dari sendang biru.
Perjalanan kali ini panjang sekali, sempat juga salah jalan kalau di semarang kesasarnya ke arah ungaran tetapi tujuannya harusnya ke arah Mangkang. Kita baru menyadari itu saat kita merasa perjalanan ke pantai kok malah semakin naik dan naik ke bukit - bukit. Bukannya kalau ke pantai harusnya turun dan ke arah pesisir. Yahh mulai di sanalah kita sedikit kecewa dg modal maps. Karena tidak 100% benar. Daripada semakin jauh kita kesasar, melipirlah  kita ke tepi untuk bertanya ke salah seorang yang ada di sana. Dan benar sekali kita sudah cukup jauh, mungkin sekitar 4 - 5 kilo dari pertigaan yang harusnya kita belok.
Tidak sampai di situ saja, perjalanan dari pertigaan belok tadi masih panjang juga, kita harus melewati hutan, sawah, perumahan dari yang padar ke pemukiman yang jarang pendudukya. Sempat terbesit rasa takut karena semakin jauh dari pusat keramaian serta pikiran negatif lainnya yang mulai bermunculan. Tetapi sepanjang perjalanan masih ada sepasang maupun sekelompok muda mudi yang searah dengan tujuan kami, tetapi saat melewati 2 cabang jalur, yaitu ke kiri ke arah sendang biru dan ke kanan ke arah bajul mati. sekelompok muda - mudi yang tadinya dibelakang kami ternyata berbelok ke arah bajul mati, karena masih penasaran sendang biru seperti apa. kami pun tetap melanjutkan untuk sampai ke sendang Biru, meskipun untuk mencapainaya ke sana dari percabangan tadi hampir 10 Km.
Mengejutkan sekali setelah sampai kesana yang ada hanya kapal - kapal penyebrangan untuk ke Pulau Sempu. Hampir mirip dermaga -,-
Kecewa iya Lelah iya, tetapi  dengan kita sudah mencoba dan melihat secara langsung maka kita akan tau dan percaya akan hal itu. Sebenarnya memang dari dulu ingin sekali bisa ngecamp di Pulau Sempu, tapi ya mau gimana lagi. Kami hanya bermodal air minum dan bensin untuk bisa mencapai tempat ini. Istirahat setengah jam, setelah itu bergegas pulang. karena jam tangan sudah menunjukan pukul 16.00. Takutnya nanti di jalan yang melewati hutan sudah gelap.





Yaa benar sekali perjalanan untuk sampai ke Malang Kota membutuhkan waktu 2 - 3 jam, tepat pukul 18.30 kami sampai ke malang, dan memutuskan untuk mencari asupan energi ke MIE SETAN. Mie dengan level kepedasan tertentu dan semua minumannya bernama setan dan sejenisnya, seperti es gerandong, es gendruwu, es pocong, dsb.
Mungkin memang ini puncak kelelahan  kami, setelah sedikit mengobati rasa lapar. Kita beralih ke tempat cemilan selanjutnya, yaitu mochi eskrim. Kue mochi yang didalamnya terdapat eskrim.
Kenyang sudah perut ini hehehe
Selanjutnya pulang dan siapkan energi buat besokk huehhh
* S K I P      T I D U R *

Rabu, 4 Februari 2015
Alhamdulillah masih diberi kesempatan menghirup udara yang segar ini dibertambahnya umur dan berkurangnya kontrak dengan Yang Maha Kuasa.
Yeahhhhhh Selamat Ulang Tahun buat KU

Hari ini michele dkk mengajakku ke Coban Rondo (read; coban = air terjun) dan Paralayang Gunung Banyak. Pukul 08.00 aku dan michele sudah duduk cantik di kantin UB, sarapan dulu lah sebelum berpergian. Sambil menunggu kedatangan yang lainnya, mulailah terlihat kevin kemudian disusul echa dan ricky, tak lama setelah itu disusul hans dan angel serta yang paling terakhir dan paling lama nunggunya.. taraaaa ka davin.
Kita sudah komplit dan saatnya berangkat..
Sepanjang perjalanan menikmati pemandangan yang super asri nan hijau, Coban Rondo terletak di daerah Pujon yaitu di daerah Malang atas.


 Mulai sibuk sama kamera masing - masing dan ceprat - cepret sana sini


Setelah puas, padahal masih kurang hehehe
Lanjut ke Omah kayu yang satu kompleks dengan Paralayang Gunung Banyak
Tempatnya tidak jauh dari Coban Rondo, hanya saja kita harus melewati perkebunan dan sawah - sawah. Hanya butuh waktu sekitar 10 - 15 menit untuk mencapainya. Masuknyapun cukup murah dengan membayar Rp. 5.000 Kita bisa menikmati pemandangan Kota Batu dari atas bukit. Selain itu di komplek Gunung Banyak ini juga terdapat Omah Kayu, yang mana di atas pohon terdapat rumah - rumah kecil yang hanya bisa dinaiki 5 - 6 orang, karena jika kebanyakan ditakutkan akan roboh hehehe.. Beda halnya karna kita badannya cukup mungil - mungil alhasil kita ber Delapan naik semua dalam satu rumah. Lumayan takut dan Was - was sekali. Selanjutnya juga ada Paralayang, bagi wisatawan yang ingin mengitari Kota Batu dari ketinggian. Pastinya serulah, berhubung kita hanya modal murah makanya mengurungkan niat untuk Paralayang, maklum hampir Setengah jeti untuk bisa menikmati paralayang. Itu sudah termasuk asuransi dan sertifikat hlo...









Sebenarnya banyak foto yang diabadikan, berhubung pakai Hp si Angel jadi belum sempat meminta dan sayanya sudah keburu pulang ke Semarang




Sempat kaget dan tak menyangka juga di hari yang spesial itu, dengan umur yang baru, mendapatkan teman baru, keluarga baru, pengalaman baru. super - super kaget dan tak menyangka mereka akan memberikan surprise. Hehehe
Jadi hasil begadang Michele semalem ya karna membuat video ini, 

I Known your feeling chel, and Thanks you so much Michele's Friends
Ka Davin, Hans, Angel, Echa, Ricky, KevinDj, Yohana, Rony sudah menemani dan diajak keliling Batu dan Malang.

Setelah itu kita memutusakn untuk pulang, dan menjenguk salah seorang dari michele yang ada di RS. Kita berkumpul di Kampus UB, sedikit asing sihh. Tetapi dari mereka semua welcome banget.
Ya setidaknya tidak begitu canggung lagi. Sampainya di RS hujanpun mengguyur, maklum saja ssaat perjalanan pulang awan mendung dari Kota Batu turun ke Malang. Jadi wajar saja kalau terjadi hujan. Suasana Malang semakin terasa, inilah yang paling dinanti - nanti jika di Malang. Suasanya ademnya woww. Jika siang panas sekali, dan jika malam dinginnya bukan main. Apalagi jika sebelumnya terjadi hujan, makin terasa sekali dinginnya. Selanjutnya setelah hujan reda, kita memutuskan untuk mengisi amunisi lagi. Maklum dari pagi sampai sore belum makan nasi sama sekali, cuman cemilan san - sini hehehe
Dan menu kita kali ini adalah katsu, cukup kaget juga saat makanan disajikan. Cuman dengan uang Rp. 15.000 sudah bisa menikmati nasi + katsu yang ukurannya 2 kali dari katsu yang biasanya dijual di Semarang + saus sesuai pilihan. Memang benar malang terkenal dengan kulinernya. Yummy....
Rasa lapar sudah hilang yang ada kekenyangan, kita memutuskan untuk beranjak dan kembali lagi ke UB untuk mengambil motor Michele yang di parkir di sana, karena ternyata motor kami kelebihan jadi mau tidak mau harus ada motor yang ditinggal untuk mengefisienkan waktu dan juga irit bensin hehehe.. Maklum mereka di sini juga anak kosan semua, Eh kecuali Ka Davin yang orang Malang asli. Kitapun berpisah di sana, sekalian pamitan. Karna besok pagi aku sudah meninggalkan Malang dan beralih ke Sidoarjo, main ke rumah salah seorang teman di Kampus.

Bye Bye Malang
Tunggu aku ke sini lagi yaa
hehehehe


" Melangkahlah sejauh mana yang kamu mau,
karna dengan begitu kamu akan mengerti arti sebuah kehidupan"


*** THE END ***

 
Blogger Templates