Social Icons

Selasa, 19 Januari 2016

Perjalanan jauh, nikmat di jalannya !!!!

Berawal dari ajakan satu orang yang ingin liburan alias refresing selepas UAS (Ujian Asal Sukses), sebenarnya tidak ada ujian melaikan hanya tanda tangan saja karena memang tugasnya cukup menyita waktu mahasiswa yang super sekali revisinya. Tapi tetep saja ada 2 matkul yang mengadakan ujian.

Okay cukup segitu saja yaa, tak mau membahas lebih panjang lagi masalah UAS, karna semakin membuat sakit hati. *EH

Awalnya aku mengajak mereka (read: intan, juli, dina,  sukma, citra, kiki, ninda) untuk sekedar main, tapi di luar Semarang. Nah singkat cerita si Intan juga lagi puyeng sama urusannya, makanya ia ikutan gabung dengan kita. Dari awal sudah konfirmasi bisa itu ada Aku, Ninda, Intan, Dina, Juli, dan Kiki. Citra ada acara PMK, Sukma katanya tidak bisa menyesuaikan jadwal dengan kita semua, eh bukan maksudnya di sudah berpulang ke kampung halamannya buat persiapan pernikahan  kakaknya.

Awalnya kami tak tau mau main kemana??
Alhasil cobalah searching tempat wisata sekitar salatiga dan ambarawa, Nah intan usul ke Gunung Telomoyo. Dan aku mengiyakan saja, karna memang sejak lama ingin ke sana, tetapi belum juga kesampaian. Selanjutnya Juli juga tanya ke mbah google seputar jalan menuju kesana bagaimana? apakah memungkinkan untuk kita kunjungi, apalagi kami cewek semua *sebenarnya itu juga tidak ngaruh. Dari deskripsi mbah google akses menuju ke sana lumayan terjal, selanjutnya dikuatkan oleh salah seorang teman juli yang juga pernah pergi ke sana. Katanya setelah dari sana, motornya di service full dan banyak ganti ini itu.
Waduk kok agak horor gini ya....
Semenjak itu aku dan juli tetep tidak mau ke Telomoyo, karna kita juga tidak mau mengambil risiko yang di luar kemampuan kita.

H-1 (malam hari, sebelum besok berangkat)
Ada yang memuali obrolan di group yang menanyakan besok kita mau kemana?
Kemudian ada yang menimpali kemana aja boleh, asal jangan jauh jauh. Sekitaran Salatiga atau Ambarawa saja.
Nah kalau begini biasanya kami tidak mau mengambil pusing, yasudah pikirin besok pagi saja.

Sabtu, 16 Januari 2016
Pagi jam 08.00 aku sudah sampai di kosan Baru juli, karna baru kemaren dia pindahan. Jadi maklum masih agak berantakan.
Intan ternyata baru bangun dan masih di rumahnya, Dina Kiki nunggu Intan sampai Tembalang, takut nantinya malah HOAX . Sembari menunggu juli aku asyik dengan novel yang sedang aku pegang, sedangkan juli masih ke kosan lamanya untuk mengambil tas sama hp yang masih tertinggal di sana.
Tepat jam 09.45 Intan, Kiki, dan Dina sudah mendarat manis di kosan Juli, dan tentunya diikuti dengan Juli. Karna tanpa dia, kami semua tidak bisa masuk hehehehe...
Kita jadinya kemana? Salah seorang dari kami membuka obrolan, yang ada pilihannya apa mau ke Chuntel? Ah Si Anis sudah pernah. Selo katanya bagus, aku menambahi. Apa jogja aja sekalian? Janganlah jauh itu. Lalu kemana? Ketep bagus tidak si? dan Kiki menjawab, bagus kalau tidak kena kabut. Nah apa kita kesana aja? Yauda yok...
(tu kan segampang itu kita memutuskan untuk pergi kemana)
Tepat jam 10.00 kami semua berangkat dari Tembalang, dan kumpul di Pom biasanya untuk isi angin dan sekalian isi bensin. Di sana aku mulai curiga, hpku sudah dimasukin belum ya? Lantar aku meminta Kiki untuk mencari di tasku, Tidak ada katanya. Cukup kaget akunya, karna hanya ada 2 alasan yaitu sudah dimasukin entah itu ke saku celana/tas kemudian jatuh, atau justru benar - benar belum dimasukin.
Aku berharapnya pilihan kedualah yang BENAR
Yasudahlah sudah di sini juga, kalaupun berbalik arah hanya untuk mengambil hp itu sangat disayangkan, yang penting hp yang lainnya masih full baterai. Maklum sangat disayangkan kalau kita main ke suatu tempat dan tak mengabadikan suatu momen, tentunya  ada yang kurang. Hehehe..
Kemudian kita melanjutkan perjalanan, kita lewat Salatiga kemudian berbelok ke arah kopeng lurus saja terus ikutin jalurnya sampai nanti di kiri jalan ada plang ke arah Gardu Pandang Ketep. Dari plang tadi kami masih menempuh jarak yang lumayan jauh dengan medan  berliku dan menanjak. Sekitar pukul 11.45 kami semua baru sampai di tempat wisata itu.
Gunung Merbabu dan Gunung Merapi mungkin akan terlihat jelas, tapi sayang seribu sayang saat kami semua sampai di sana tertutup kabut tebal, yang ada hanya putih putih dan udara cukup panas. Beda halnya saat perjalanan tadi, udara cukup dingin dan begitu sejuk.
Selanjutnya kami memutuskan untuk keliling - keliling sampai ke atas untuk \mengambil beberapa foto, meskipun awalnya bingung mau meminta tolong sama siapa?


Ini merem karna SILAU BGT


Lagi mencari spot yang bagus, eh kata mereka bagus lagi kalau ada objeknya..
Hmmmm


sebenarnya mas mas yg di belakang itu lagi sama pacarnya hehehe

juli Mbah BOS

iya nih lagi pusing mikirin RIZKY

kapan abang ngelamar adek?





Obrolan singkatnya itu
Masih jam segini, mau lanjut kemana kita? Kalau langsung pulang ya sayang banget, tanggung juga sudah sampai sini.
Yang lainnya nimpalin, JOGJA yokkk... dan kami semua meng iya kan tapi sholat dulu baru deh meluncur, kalau bisa isi amunisi dulu

Lucunya saat kita mencari mushola, karna Kiki sudah pernah ke sini jadi kami semua percaya aja sama dia. Pas sampainya di pertigaan, jalan naik tangga dan satunya jalan turunan. Nah kata si Kiki lewat sini yaaa (nunjuk jalan bertingkat), kemudian semuanya menyusul di belakangnya. Dan Si Intan masih mengeluh sebenarnya lewat bawah tadi bisa, tidak harus lewat tangga ini ntar malah muter. Nah benar kata Intan yang lain menimpali.
Hanya saja jalan bertingkat tadi memang turun, tetapi menuju ke museum volcano merapi. Jadi Si Kiki ngajakin lewat sana karna biar kita juga bisa tau Gunung Merapi itu bagimana, lewat museum itu. Dan yang lain hanya bisa ber OHHHH ria (read: padahal aku juga ngarang alasan itunya hehehe )


Pintu keluar dari museum memang langsung menuju ke mushola, kemudian kita melakukan ibadah dan istirahat sebentar. Setelah itu baru melanjutkan perjalanan ke Jojga, saat itu langit di atas kita sudah gelap tertutup awan mendung, mungkin sebentar lagi akan hujan. Benar saja saat sampai di pertigaan jalan alternatif ke arah muntilah wussss hujan deras turun, sontak kami semua menepi untuk memakai atribut pelindung dari hujan, tetapi kiki tidak membawa jas ujan. Alhasil aku, juli, dan dina bertukar jas hujan. Juli mengenakan jas hujan dina, dina mengenakan jas hujanku, dan aku sendiri mengenakan jas hujan Juli karna miliknya jas hujan ponco. Jadi Kiki bisa menunduk dibawah jas hujan yang aku kenakan.
Sepanjang perjalanan tidak hujan terus, melainkan sedikit sedikit. Awalnya hujan, kemudian rintik - rintik, panas, hujan deres lagi. Begitu terus selama perjalanan, dan aku hanya bisa tertawa melihat tingkah kiki yang saat hujan berlindung ke jas hujan yang aku kenakan, saat hujan cukup reda dia bilang "uda ngga hujan kan? aku keluar ya?"
"iya uda reda kok, keluar aja."

Baru berjalan 100 meter, kemudian hujan mengguyur lagi
"duh masuk lagi kan ini" keluh Kiki
hehehehe kasian juga sih, tapi ya mau tidak mau harus begitu, daripada basah kuyup.

Akhirnya kami semua memutuskan untuk tetep memakai jas hujan dalam waktu yang tidak di tentukan, sampai akhirnya sudah memasuki wilayah JOGYA dengan awan mendung sudah berpindah ke belakang semua serta cuaca yang lumayan panas. Kami memutuskan melepas atribut pelindung hujan yang kamu kenakan.
Sudah sampai di Jogya dan sekarang kami semua bingung untuk pergi ke mana? karna jogya eksotis dengan pantainya, tapi hari sudah menjelang sore. Sangat tidak memungkinkan kita untuk pergi ke pantai karna akan capek di jalan saja. Selanjutnya kita memutuskan untuk mencari tempat makan di sekitar Gor Amongrogo tempat intan pernah tanding basket di sana, dan kita sudah mengitari sepanjang jalan, si intan kelupaan di sebelah mana tempat makannya.
haduhhh *tepok jidah ini mah

Akhirnya kita memilih tempat yang pasti - pasti saja, bukan tak lain adalah MALIOBORO. kalau sempet nanti bisa menyusuri sepanjang jalan malioboro, atau foto di benteng.



Setelah makan kita melakukan sholat asyar dulu, kebetulan di sebelah tempat makan kaki lima ini terdapat masjid. Dan mulailah kita menyusuri jalan malioboro, dengan Dina yang kepincut beli tas. Alhasil kita mengantarnya dan menawar harganya sekalian, setelah dapat dan langsung dipakai sama dia. Kemudian kita beranjak menuju benteng. Malioboro saat itu sangat ramai sekali, banyak rombongan study tour anak - anak sekolah yang kemungkinan besar dari luar Jogya dan hari itu adalah sabtu sore yang malamnya akan menjadi malam minggu untuk para pasangan kaula muda, sabtu malam untuk para JONES  heheheh...

Baru saja parkir motor, ternyata loket masuk ke benteng sudah di tutup. Dan kami semua memutuskan tetap parkir di sana kemudian berjalan ke perempatan lampu merah kantor pos, sekalian selfi selfi. 








Tepat pukul 17.00 kami semua kembali ke benteng untuk mengambil motor dan melanjutkan perjalanan ke Semarang





bingung mau gaya apaan

sudah CANTEKK KAN?



---------------------------O--------------------------

Itulah singkat cerita perjalananku kemarin, meskipun hanya satu hari dan lumayan jauh.
Kalau kata mereka 

" Perjalanan ke JOGJA, tapi cuman di jalannya saja"


~ the end ~

Selasa, 05 Januari 2016

Cuntel?

Minggu, 3 Januari 2016


Yeyyyy Selamat tahun baru 2016
Semoga tahun ini menjadi pribadi yang lebih baik lagi, berganti tahun berarti ada harapan baru dan semangat baru. Semoga RESOLUSI tahun ini bukan sekedar RESOLUSI

Seorang aku bangun di pagi buta pasti ada maksud tertentu, mungkin hal itulah yang terpikir di benak orang tuaku hehehe (maklum keseringan kesiangan). 
Pagi ini agenda kami berkunjung ke Air Terjun sebelum jalur Pendakian Merbabu via Cuntel, dengan agenda yang serba dadakan karna baru semalam ajakan itu muncul dari salah seorang teman.
Seperti biasa kita berkumpul di Indomaret langganan (read: mungkin hanya kami yg beranggapan)
Kali ini partner ku ada Tya, jadi mau tidak mau tepat pukul 05.30 karna langit sudah mulai cerah aku bergegas untuk menjemput ke rumahnya. Setelah itu meluncur ke titik kumpul yang biasanya kami gunakan sebagai start point keberangkatan dan juga sebagai tempat untuk membeli sebagian perbekalan kita selama perjalanan. Jam 06.00 kurang aku dan tya sudah sampai di indomaret itu, sedangkan yang lainnya perjalanan menuju indomaret. Entah apa yang dilakukan mereka di rumah mas ipan??? Padahal hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai ke indomaret, tapi jam 07.00 kurang mereka baru sampai.. ngaretnya ngga ketulungan-__-

Setelah semuanya datang, kita berdoa dulu sebelum keberangkatan
Semoga lancar sampai tujuan, kali ini ada 3 motor dengan jumlah 5 orang. Aku berpartner dengan tya, Mas ardi dengan saadah, dan mas ipan dengan carier tercintanya mas ardi.
Entah atas dasar apa mereka membawa carier 40L ini
Dan Alasannya cukup simpel, Buat FOTO bagus nis   -____- Akupun cukup mendesah saja (pikirku mungkin biar dikira habis nanjak hahaha) *peace maapin ya:D

Kamipun sudah siap untuk berangkat, pagi ini lalu lintas tidak begitu ramai ketimbang hari hari sebelumnya. (padahal 2 hari kemarin di rumah terus-___-) Perjalanan ditempuh sekitar 2 jam kurang, kami melewati jalan Salatiga Baru kemudian belok ke kanan ke arah Kopeng. Selanjutnya kita berhenti sejenak di sebuah mini market sebelum kopeng lantaran menunggu salah seorang teman yang ingin bergabung dan dia perjalanan dari Magelang. Di sela - sela menunggu apa yang kita lakukan? tidak lain dengan cerita yang berujung pada gelak tawa renyah dari kita semua. Entah omongan apapun dan semuanya membuat perut ini jadi lapar lagi, dan yang paling lucu adalah ketika mas ipan kembali dari sebuah masjid hanya untuk mencuci mukanya kemudian kembali lagi ke mini market itu, tepat di seberang kursi kami sebelumnya ada sepasang muda - mudi namun sudah pergi, ia menghampiri meja bekas muda - mudi itu. Tebak apa yang ia temukan?
taraaaa uang 10rb
Dan dia bilang "Alhamdulillah rejeki anak soleh hahaha"
Padahal kami dari tadi yang disana tapi tak menyadarinya juga, ya maklumlah yaaa Orang kalau ada duit matanya langsung IJO hehehe (bercanda hlo mas)
Daripada bingung ini duit mau digimanain, alhasil kami sepakat untuk membelikan secangkir kopi dan juga secangkir teh. Karna di sini udara sudah mulai dingin.
Sudah sejam kami menunggu mas faris, tapi dia tak kunjung memberi kabar, dannn sekalinya memberi kabar ternyata dia sudah sedari tadi menunggu di mini market sebelum jalur pendakian...
Ya mungkin kita miskom, maklum susah sinyal :p
Langsung saja kita semua meluncur ke sanaaa
Setelah bertemu mas faris dan kita istirahat lagi di mini market itu sembari menunggu saadah makan karna mukannya sudah cukup pucat. Seperti biasanya kita bercerita panjang lebar, dari yang tidak penting sampai ke yang paling tidak tidak penting bahkan bisa sampai ke mantan *Eh MANTAN
Saadah sudah sehat katanya, kamipun melanjutkan perjalana, dann tak lama sekitar 15 menit kita sampailah ke tempat tujuan. Meski tadi harus muter jalan lantaran ada jalan yang ditutup.
Dan Sampailah kita di Bukit Harapan Cuntel, Pohon Kembar namanya...

Sayang Seribu sayang foto yang dari hpku hilang semua, entah aku salah memindahkan ke folder atau apa. Yang pasti foto yang di hpku hilang semua. Dan foto serangga itupun juga hilang :'(

Hanya tersisa foto dari hp teman









Kurang puas foto di atas sana, hujanpun turun mengguyur tempat itu. kami pun berteduh di sebuah gubuk dekat situ, serta lapar mulai melanda... Dan kita malah selfi selfi




Kemudian salah dua dari kami naik ke basecamp pendakian untuk mencari mamang bakso, tapi mamang baksonya sudah menghilang.
Seiring dengan hujan yang mulai reda kita memutuskan untuk turun ke Air Terjun tujuan awal kita, mungkin saja alirannya deras karna tadi baru saja hujan. Sampainnya di air terjun, kita bingung mau ke arah mana, di sana tak ada penjaga atau orang sekitar. Yasudah kita memutuskan untuk istirahat, selang beberapa menit kemudian seorang mamang menawarkan menu makan yang mungkin dapat kita pesan. Tanpa ambil pusing kita langsung memesan makanan, karna ini perut tidak bisa ditolerin lagi hehehehe...

Nah sebelumnya saadah juga membawa perbekalan buah yang lumayan banyak, bodohnya aku!! di dalam carier ada buah dan carier tersebut malah aku jadikan sandaran  punggungku. Sontak pas dibuka sebagian buah "mlenyok" dalam bahasa jawa. 
Kupas kupas aja yang masih bisa dikupas heheheh....
Habis makan, sholat, tidur hahaha
Sudah hampir 2 jam kita beristirahat di sana, lanjut perjalanan berikutnya, cukup disayangkan karna air terjunnya asat alias tidak ada airnya. Akhirnya kami memutuskan ke bukit Harapan Cuntel Pohon Tunggal atau biasa disebut Kayu Satu...





Dan yang membuat betah di tempat ini adalah Penjaga gubuk kecil ini hehehe (Read: Mas Rully) Sosok orang yang mudah akrab pada setiap pengunjung, humble banget orangnya, gokil dan tidak tau kenapa bisa nyambung sama candaan kita semua. Tempat itu sontak menjadi ramai, padahal pengunjung bukan hanya kita saja masih ada orang lain yang menempati gubuk - gubuk di seberang sembari menunggu hujan reda.
Yang lucu adalah saat hujan mulai reda dan kita beranjak dari gubuk untuk mengabadikan momen, tapi hujan turun lagi. Sudah hampir 3 kali seperti itu terus menerus.
Duhh mau foto aja susah yak
hehehehe...


Si Dua si Joli, suah nyicil pre wed ya iniii hahaha





si tukang Humor

DIMANAPUN, GAYANYA SELALU BEGINI
Mau foto di pohon satu aja lama sekali,
Si tukang foto malah selfi sendiri, Pakai acara mau ditukar tambah sama indomie rebuh dan kopi. Entahlah mereka cukup ajaib untuk mengeluarkan ide - ide yang absurd.
Alhasil aku jadi guyonan empuk, dan tempat itu ibarat panggungnya. Entah sudah merapa pasang mata yang melihat itu.
Mungkin sebagian dari mereka ada yang ikut tertawa, Si Penjaga juga tak kalah mau ambil bagian-____-






Mereka yang suka membuat wacana bukan sekedar wacana
Mereka yang suka ngajak main serba dadakan
dan
Mereka yang tak pernah menyembunyikan topeng asli saat bersama


--o--

Sabtu, 07 November 2015

Malang Penuh Cerita Broo..


Rencana untuk traveling ke Malang sebenarnya sudah dari jauh - jauh hari, yang direncanakan oleh sekelompok anak muda ber - delapan (cewek semua sih). Tapi REALITANYA  hanya aku saja yang berangkat ke sana.
Bermodal nekat dengan sudah beli tiket 2 minggu sebelum keberangkatan tapi belum mendapatkan ijin sama sekali, alasannya sepele "kalau tiket sudah di tangan akan lebih mudah untuk mendapatkan ijinnya" (read: jangan tiru yg ini ya hehehe) 
Seribu nyali aku kumpulin untuk meminta ijin ke Orang tua dengan berbagai alasan kuat yang sudah disiapkan. ......
Perdebatan Alot yang hanya membuahkan hasil "Jangan berangkat, nanti tiketnya ibu ganti"
totettt.... muka suram langsung muncul

Keesokan harinya..


terdengar suara " yasudah boleh berangkat, tapi nomor temenmu masukin ke hp ibu"
UYEYYYYYYYYYY AKHIRNYAA



Minggu, 1 Februari 2015
Kereta berangkat pukul 21.45 WIB dari Stasiun Poncol Semarang dan tepat pukul 21.30 sudah siap sedia di Stasiun. Maklum biar ngga ketinggalan.
*lagu gambang semarang* sudah terdengar itu artinya kereta sudah datang, horeeeee
Langsung masuk ke gerbong 7 (paling ujung) dan sumpah keadaan berantakan, wajar sih kereta ekonomi-___- Sedihnya tempat duduk yang harusnya ku tempati ternyata sudah ditempati orang lain, untungnya ibu-ibu di depan malah nawarin tempat duduk di sebelahnya (plong rasanya)...
Yehhhh sudah duduk dan siap - siap pantat tepos sampai 10 jam ke depan 

* S K I P      T I D U R *

Senin, 2 Februari 2015
Tepat Pukul 07.30 WIB Kereta Matarmaja sudah merapat di Malang Baru
WELCOME MALANG baik - baik ya seminggu ke depan (read:jangan hujan)
Langsung meluncur ke depan dan nyamperin Michele yang sudah menunggu di deket parkiran hehehe, cus ke tempat Ohmnya Michele naruh barang sebentar langsung dilanjutkan keliling UB untuk isi amunisi perut.
Tara pagi - pagi makan sup ayam (penasaran sama bentuknya) eh engga taunya hampir sama seperti soto yang ada di semarang, tapi tetep aja bilangnya sup ayam. Wajar saja sih, kan soto di Jawa Timur kuahnya kental kayak ada campuran santannya.
Inilah kenapa disetiap perjalanan ke tempat baru pasti ada sesuatu yang baru dan unik :)
Setelah lama melepas lapar, kami berdua bergegas kembali ke rumah lagi. Awalnya sih cerita - cerita, eh pada kenyataannya malah tidur masing - masing. Maklumlah aku di Kereta cuman bisa tidur sebentar (setiap jam selalu terbangun).
Hari ini agendanya jalan - jalan di Alun - alun Kota Batu, tapi niatnya cuman makan ketan yang katanya legendaris banget (read: Post Ketan).
Sore pukul 16.00 WIB aku dan michele berangkat ke kampusnya michele. Sampai di sana sempat diajak keliling filkom sebnetar. Sebelum akhirnya datang teman - temannya michele




Baru kenal sama ka davin, eh langsung akrab dan bercanda bareng.
Kakaknya lucu sih, tapi kadang garing *hehehe maapin ya ka davin


Setelah semuanya full time, berangkatlah kita ke Alun - Alun Batu
Rame sekali disana, nah tujuan awalnya makan ketan. Tapi warungnya malah tutup, ya mungkin saja belum rejeki. Dan diminta untuk berkunjung lagi kemudian hari, jikala ada kesempatan hehehe...

Sudah capek - capek sampai sini, niatnya makan ya tetep makan. Meskipun tak sesuai harapan awalnya
mini Eifel


Perkenalan dulu yakkk
Dari Kiri ke Kanan
Yohana - Anis - Michele - Ricky - Ka Davin - Echa - Rony - KevinDj


Setelah sedikit amunisi perut, kitapun berpisah. Aku dan Michele memutuskan untuk ke BNS, dan yang lainnya pada ke warnet duel DOTA *mainan anak filkom yg ini-__-



Yeahhh Foto dulu ya di depan
Dari semua wahana permainan di sana paling tertarik dan hanya tertarik ke Taman Lampion
Di dalamnya ada berbagai macam bentuk lampion dan dijamin bikin baper *eh
Maklum banyak pasangan yang di sana, dan kita mah apa yak cuman sepasang cewek yang lagi butuh liburan hehehe
Pokoknya selalu pose di setiap spot, apapun bentuk lampionnya 



Puas banget keliling BNS (read: meskipun cuman Taman Lampionnya aja si)
Lanjut perjalanan pulang
Dan menu malam ini adalah Ayam Geprek yang katanya super pedes di Malang, ini kata salah seorang mahasiswi UB hlo. Jadi percaya dong. Satu yang paling ciri khas, yaitu rasa tehnya itu beda sama teh yang di Semarang. Seperti ada sari agar - agar. Pokoknya seperti itulah, kalau ada yang penasaran. Ayo ke Malang dan rasakan tehnya hahaha


Selasa, 3 Februari 2015
Pagi - Pagi ribut mau destinasi kemana saja? Kalau mau ke pantai, harus ke Malang bagian Selatan, dan itu jauh sekali. Perjalanan dari Malang Kota bisa 2 - 3 jam ke lokasi tujuan.
Dengan cukup pertimbangan akhirnya kita memutuskan untuk ke Museum Brawijaya, Masjid Tiban dan satu destinasy ke pantai, lokasinya disesuaikan dengan arah ke Masjid Tiban.





Kalau ke Malang belum afdol kalau tidak makan Bakso, menu sarapan kali ini adalah bakso bakar dengan lontong. Padahal sarapannya jam setengah 11, ini mah sarapan sama makan siang di rapel jadi satu. Setelah kalori tubuh tercukupkan, kitapun bergegas ke Masjid Tiban dengan modal Google Map. Panasnya Malang kalau siang hari woww. Hampir 1,5 Jam perjalanan sampailah kita disini

taraaaa Masjid Tuban






Gaya Arsitektur yang Uniklah yang membuat masjid ini cukup di kenal masyarakat umum. Tepatnya di daerah Turen. Istirahat sholat sebentar, sebelum nanti melanjutkan ke tempat tujuan lainnya. Bangunannya bagus sekali, tetapi masih ada pembangunan. Jadi 100% belum selesai.

Setelah cukup istirahat sejenak, mulailah kita melanjutkan perjalanan ke selanjutnya. Tadi saat perjalanan ke Masjid searang dengan Pantai Bajul Mati dan Sendang Biru. Karena kita masing asing dengan kedua pantai tersebut, googling adalah salah satu cara yang ampuh untuk mendiskripsikan bagaimana pantai tersebut, langsung lewat gambar.
Akhirnya kita memutuskan untuk ke Sendang Biru karena dari Mbah Google, view yang bagus ya dari sendang biru.
Perjalanan kali ini panjang sekali, sempat juga salah jalan kalau di semarang kesasarnya ke arah ungaran tetapi tujuannya harusnya ke arah Mangkang. Kita baru menyadari itu saat kita merasa perjalanan ke pantai kok malah semakin naik dan naik ke bukit - bukit. Bukannya kalau ke pantai harusnya turun dan ke arah pesisir. Yahh mulai di sanalah kita sedikit kecewa dg modal maps. Karena tidak 100% benar. Daripada semakin jauh kita kesasar, melipirlah  kita ke tepi untuk bertanya ke salah seorang yang ada di sana. Dan benar sekali kita sudah cukup jauh, mungkin sekitar 4 - 5 kilo dari pertigaan yang harusnya kita belok.
Tidak sampai di situ saja, perjalanan dari pertigaan belok tadi masih panjang juga, kita harus melewati hutan, sawah, perumahan dari yang padar ke pemukiman yang jarang pendudukya. Sempat terbesit rasa takut karena semakin jauh dari pusat keramaian serta pikiran negatif lainnya yang mulai bermunculan. Tetapi sepanjang perjalanan masih ada sepasang maupun sekelompok muda mudi yang searah dengan tujuan kami, tetapi saat melewati 2 cabang jalur, yaitu ke kiri ke arah sendang biru dan ke kanan ke arah bajul mati. sekelompok muda - mudi yang tadinya dibelakang kami ternyata berbelok ke arah bajul mati, karena masih penasaran sendang biru seperti apa. kami pun tetap melanjutkan untuk sampai ke sendang Biru, meskipun untuk mencapainaya ke sana dari percabangan tadi hampir 10 Km.
Mengejutkan sekali setelah sampai kesana yang ada hanya kapal - kapal penyebrangan untuk ke Pulau Sempu. Hampir mirip dermaga -,-
Kecewa iya Lelah iya, tetapi  dengan kita sudah mencoba dan melihat secara langsung maka kita akan tau dan percaya akan hal itu. Sebenarnya memang dari dulu ingin sekali bisa ngecamp di Pulau Sempu, tapi ya mau gimana lagi. Kami hanya bermodal air minum dan bensin untuk bisa mencapai tempat ini. Istirahat setengah jam, setelah itu bergegas pulang. karena jam tangan sudah menunjukan pukul 16.00. Takutnya nanti di jalan yang melewati hutan sudah gelap.





Yaa benar sekali perjalanan untuk sampai ke Malang Kota membutuhkan waktu 2 - 3 jam, tepat pukul 18.30 kami sampai ke malang, dan memutuskan untuk mencari asupan energi ke MIE SETAN. Mie dengan level kepedasan tertentu dan semua minumannya bernama setan dan sejenisnya, seperti es gerandong, es gendruwu, es pocong, dsb.
Mungkin memang ini puncak kelelahan  kami, setelah sedikit mengobati rasa lapar. Kita beralih ke tempat cemilan selanjutnya, yaitu mochi eskrim. Kue mochi yang didalamnya terdapat eskrim.
Kenyang sudah perut ini hehehe
Selanjutnya pulang dan siapkan energi buat besokk huehhh
* S K I P      T I D U R *

Rabu, 4 Februari 2015
Alhamdulillah masih diberi kesempatan menghirup udara yang segar ini dibertambahnya umur dan berkurangnya kontrak dengan Yang Maha Kuasa.
Yeahhhhhh Selamat Ulang Tahun buat KU

Hari ini michele dkk mengajakku ke Coban Rondo (read; coban = air terjun) dan Paralayang Gunung Banyak. Pukul 08.00 aku dan michele sudah duduk cantik di kantin UB, sarapan dulu lah sebelum berpergian. Sambil menunggu kedatangan yang lainnya, mulailah terlihat kevin kemudian disusul echa dan ricky, tak lama setelah itu disusul hans dan angel serta yang paling terakhir dan paling lama nunggunya.. taraaaa ka davin.
Kita sudah komplit dan saatnya berangkat..
Sepanjang perjalanan menikmati pemandangan yang super asri nan hijau, Coban Rondo terletak di daerah Pujon yaitu di daerah Malang atas.


 Mulai sibuk sama kamera masing - masing dan ceprat - cepret sana sini


Setelah puas, padahal masih kurang hehehe
Lanjut ke Omah kayu yang satu kompleks dengan Paralayang Gunung Banyak
Tempatnya tidak jauh dari Coban Rondo, hanya saja kita harus melewati perkebunan dan sawah - sawah. Hanya butuh waktu sekitar 10 - 15 menit untuk mencapainya. Masuknyapun cukup murah dengan membayar Rp. 5.000 Kita bisa menikmati pemandangan Kota Batu dari atas bukit. Selain itu di komplek Gunung Banyak ini juga terdapat Omah Kayu, yang mana di atas pohon terdapat rumah - rumah kecil yang hanya bisa dinaiki 5 - 6 orang, karena jika kebanyakan ditakutkan akan roboh hehehe.. Beda halnya karna kita badannya cukup mungil - mungil alhasil kita ber Delapan naik semua dalam satu rumah. Lumayan takut dan Was - was sekali. Selanjutnya juga ada Paralayang, bagi wisatawan yang ingin mengitari Kota Batu dari ketinggian. Pastinya serulah, berhubung kita hanya modal murah makanya mengurungkan niat untuk Paralayang, maklum hampir Setengah jeti untuk bisa menikmati paralayang. Itu sudah termasuk asuransi dan sertifikat hlo...









Sebenarnya banyak foto yang diabadikan, berhubung pakai Hp si Angel jadi belum sempat meminta dan sayanya sudah keburu pulang ke Semarang




Sempat kaget dan tak menyangka juga di hari yang spesial itu, dengan umur yang baru, mendapatkan teman baru, keluarga baru, pengalaman baru. super - super kaget dan tak menyangka mereka akan memberikan surprise. Hehehe
Jadi hasil begadang Michele semalem ya karna membuat video ini, 

I Known your feeling chel, and Thanks you so much Michele's Friends
Ka Davin, Hans, Angel, Echa, Ricky, KevinDj, Yohana, Rony sudah menemani dan diajak keliling Batu dan Malang.

Setelah itu kita memutusakn untuk pulang, dan menjenguk salah seorang dari michele yang ada di RS. Kita berkumpul di Kampus UB, sedikit asing sihh. Tetapi dari mereka semua welcome banget.
Ya setidaknya tidak begitu canggung lagi. Sampainya di RS hujanpun mengguyur, maklum saja ssaat perjalanan pulang awan mendung dari Kota Batu turun ke Malang. Jadi wajar saja kalau terjadi hujan. Suasana Malang semakin terasa, inilah yang paling dinanti - nanti jika di Malang. Suasanya ademnya woww. Jika siang panas sekali, dan jika malam dinginnya bukan main. Apalagi jika sebelumnya terjadi hujan, makin terasa sekali dinginnya. Selanjutnya setelah hujan reda, kita memutuskan untuk mengisi amunisi lagi. Maklum dari pagi sampai sore belum makan nasi sama sekali, cuman cemilan san - sini hehehe
Dan menu kita kali ini adalah katsu, cukup kaget juga saat makanan disajikan. Cuman dengan uang Rp. 15.000 sudah bisa menikmati nasi + katsu yang ukurannya 2 kali dari katsu yang biasanya dijual di Semarang + saus sesuai pilihan. Memang benar malang terkenal dengan kulinernya. Yummy....
Rasa lapar sudah hilang yang ada kekenyangan, kita memutuskan untuk beranjak dan kembali lagi ke UB untuk mengambil motor Michele yang di parkir di sana, karena ternyata motor kami kelebihan jadi mau tidak mau harus ada motor yang ditinggal untuk mengefisienkan waktu dan juga irit bensin hehehe.. Maklum mereka di sini juga anak kosan semua, Eh kecuali Ka Davin yang orang Malang asli. Kitapun berpisah di sana, sekalian pamitan. Karna besok pagi aku sudah meninggalkan Malang dan beralih ke Sidoarjo, main ke rumah salah seorang teman di Kampus.

Bye Bye Malang
Tunggu aku ke sini lagi yaa
hehehehe


" Melangkahlah sejauh mana yang kamu mau,
karna dengan begitu kamu akan mengerti arti sebuah kehidupan"


*** THE END ***

Nanjak ke Prau

11 Oktober 2015
Untuk ke dua kalinya datang ke Wonosobo 
Tetapi untuk pertama kalinya nanjak ke Prau, sebelumnya sudah pernah ada rencana untuk kesini. Hanya saja baru kesampaian sekarang dan dengan orang yang berbeda juga.

Perjuangan yang panjang untuk bisa jadi dan sampai ke pos penanjakan ini, meski sebelumnya ada konflik batin (little problem). Butuh waktu 2 jam perjalanan dari pos registrasi untuk sampai ke puncak, tapi itu cerita dari teman seperjuangan yang sudah pernah ke sana. Realitanya tak semudah itu, kalau disuruh milih antara nanjak ke sini atau ke merbabu. Saya lebih memilih Merbabu, mengapa seperti itu?
Medan yang dilalui, awalnya kita menaiki anak tangga sekitar 50 meter setelah itu jalan berpasir karena cuaca yang panas dan kering. Selanjutnya derajat kemiringan yang cukup waw. Ya sedikit membuat kaki ngilu. Pas pertama tanjakan, setelah itu sudah lancar. Kemungkinan jika hujan lebat jalanan tidak bisa dilewati, karna pati licinnya bukan main.

Dan perjuangan itu terbalaskan sudah, ketika cita mencapai puncak.
Lautan tenda, seperti pasar kaget

Hai Sindoro Sumbing :) 

Sang Surya mengintip dari balik dedaunan



Pasar kagetttt


mumbul - mumbul kentip


1 2 lompattt

wacaaaaaaaa



Sang Surya menutup waktunya

Tetap bawa turun sampahmu ya guys
Alam tak akan marah, kalaupun kita menjaga dan tak merusaknya


---***---

Sabtu, 22 Agustus 2015

Menyang Pacitan

Singkat cerita sebelum keberangkatan...
H - 5 hari sebelum keberangkatan sempat ragu besok tetap ikut perjalanan ke pacitan atau tidak, karena terjadi insiden motor yang ditabrak taxi dari belakang. Padahal saat keadaan lampu sedang merah (ya mungkin aku sama bapaknya juga sedang apeslah). 
Tapi semua itu tak menghapus semangatku untuk tetap berangkat.

Dan tibalah hari yang ditunggu - tunggu

Minggu, 16 Agustus 2015
Hari sebelumnya aku menginap di salah satu tempat kos milik teman di daerah unnes, semalaman movie marathon sampai jam 01.30 WIB padahal jam 03.00 WIB harus sudah perjalanan ke daerah sekayu. Sebenarnya antara tidak mengantuk dan dipaksakan untuk tidur, untungnya bisalah tidur. walaupun hanya sebentar ( sekitar 1 jam ). Alarm sudah menjerit - jerit saat jam menunjukan pukul 02.15 WIB. Walaupun masih mengantuk, dinginnya air di sini bisa membuat mata jadi "melek".
Kita ( aku dan tya) dijemput oleh mas Lutfi dan mas Ardi menuju meeting point di rumah mas ardi, saat mereka menunggu di depan kost, disamperinlah mereka oleh bapak - bapak pos ronda dengan menanyai KTP milik mereka (maklumlah yaaa jam 03.00 dini hari ada cowok lagi jemput cewek di kosan si cewek, paslilah mencurigakan. Tapi salut kok sama keamanan di daerah sini "TOP MARKOTOP (y)"

Perjalanan dari sekayu ke Salatiga yang dilanjut meeting point ke Salatiga karena masih ada 2 orang yang sedang menunggu di sana dengan dinginnya angin spoi - spoi, padahal juga sudah pakai jaket. masih aja berasa tidak menggunakan apa - apa. Saking dinginnya-___-
Sampai di Salatiga, istirahat sholat subuh. Setelah itu baru dilanjut perjalanan lagi. Meskipun masih sedikit mengantuk, dinginnya angin di sepanjang perjalanan diikuti dengan rute jalan yang naik gunung turun lembah menyebabkan kantuk kita menghilang. *Baguslah kalau begitu*
Sampainya kita di Kota Solo ada banyak rombongan dengan membawa tas carier disetiap motornya, yang pasti mereka akan muncak. Wajar sajalah karna esok hari merupakan Hari Kemerdekaan RI (siapa sih yang tidak mau mengibarkan bendera kebangsaan di puncak *negeri di atas awan* ). Aku pun sebenarnya juga mau, tapi apalah sekarang naik gunung sudah terlalu mainstream hehehe :) 

Sesampainya di persimpangan ternyata ada salah satu dari rombongan kita yang menghilang (mas salman & mbak ida). Spekulasi kita adalah, kalau tidak ban motornya bocor atau waktu di persimpangan dia malah lurus bukan belok. Kita berhenti di sebuah mini market sekalian istirahat (kalau aku mah tinggal tidur dulu, ngantuk banget kak hohoho)
Dari mulai sms, bbm, telpon tidak ada respon sama sekali, sampai - sampai ada salah satu orang yang sengaja untuk menyusuri jalan sampai ke tempat tadi kita putar arah karena antara yakin dan tidak yakin ini jalannya benar atau salah. Namun hasilnya tetap aja nihil, 30 menit kemudian baru ada kabar dari mereka *yg hilang* kalau mereka sudah di depan, dan sudah sampai ke perbatasan Wonogiri, (itu jauh sekali dari sini-____-) Langsunglah kita tancap gas menluncur kesana.

Sampailah kita di Pacitan pukul 10.00 di pertigaan ke arah Pantai Klayar, kita memutuskan untuk mengisi amunisi sekalian istirahat sholat. Yang selanjutnya kita memutuskan untuk menghabiskan waktu ke Goa Gong, sampai sore yang nantinya lanjut perjalanan ke Pantai Klayar tempat "CAMPBEACH" kita

Baru sadar kalau hari ini hari minggu dan weekend pula, pastinya tempat ini padat merayap. Macet sepanjang perjalanan ke Goa Gong yang kebanyakan adalah bus - bus besar dan mobil - mobil keluarga. Mau maju aja sudah susah, gimana buat jalan coba-__- maju salah mundur juga salah.
Mungkin sekitar 30 menit perjalanan, sampailah kita di Goa Gong yeyyyyy Dimana goanya? hehehe
Perjalanan menuju pintu utama goa dipenuhi oleh penjual Batu Akik, maklumlah ya kan pacitan terkenal karna batu akiknya :D 
Setelah berada di depan pintu utama masuk ke goa, kita mengeluarkan senjata ampuh kita.
apa hayo??? alat apa yang bisa digunakan di dalam goa? tidak perlu tanya tas ajaib dora kan ya? hahaha
taraaaaa Keluarlah "Senter" sebagai penerang kita dalam kegelapan masa lalu, eh salah-_- kegelapan goa maksudnya.
Baru jalan sekitar 2 meter dari pintu awal masuk goa, keringat sudah bercucuran, panasnya super sekalilah, baju jadi basah kuyup sudah mirip cacing kepanasanlah. Pilih tempat, ambil angle yang bagus, bergaya, kamera siap dan cekrek cekrek cekrak cekrek hahaha

Untungnya di dalam goa ada blower semacam kipas angin gitu. Nah kita paling gercep dan rebutan kalau di depan blower. Rasanya seger bgt cah hehehe, kayak anak kecil yang nangis trus dikasih balon. Nah ekspresi kita mungkin mirip seperti itu hahahaha *peace ya

Pemandangan di dalam goa sangat menakjubkan, pokoknya susah berkata - kata (Maka Nikmat mana yang mau kau dustakan?) Stalatit Stalatit yang terbentuk dengan sempurnanya, bahkan ada bagian yang bisa dibunyikan layaknya bunyi gong pada karawitan.

Kita menyusuri Goa dari depan sampai ke bawah dan kemudian kembali lagi ke depan, karna hanya ada 1 pintu. Maka dari itu digunakan sebagai pintu masuk maupun pintu keluar, dengan disediakan jalur pembatas antara masuk dan keluar.







Setelah puas mengabadikan moment mulailah kita melanjutkan perjalanan menuju campbeach kita, akses jalannya susah, banyak jalan yang rusak dan berlubang, dan juga berpasir. Pokoknya harus ekstra hati - hati. Nah sampailah kita :) disambut oleh hamparan laut lepas dan ombak yang berirama. Tak henti - hentinya terus berdecak kagum WOWWWWW

Sempat kecewa, karna tidak terlihat orang yang mendirikan tenda. Untungnya setelah mencari - cari tempat yang cocok dan ada sedikit gerombolan dengan tenda juga, hati kami cukup lega. Lanjut dirikan tenda dan kemudian masak heheh sambil menikmati ombak dipinggir pantai

ciee ciee ciee (Andaikan ada PACAR *eh)

Waktu senja
Hari mulai gelap, sepoi - sepoi angin mulai menusuk merasuki tulang *keliatannya, tapi aku juga tidak kedinginan heheh :) Time to games, main kartu selalu jadi andalan. Nah kali ini ada permainan baru, tidak tau nama pastinya apa. Yang pasti permainan ini membutuhkan ketelitian, tingkat hafalan, pengetahuan yang tinggi, gimana caranya kamu menemukan nama yang susah untuk diingat oleh lawanmu. Yang kartunya habis dialah yang menang. Pokoknya seru dan gokil bgt deh, 3 jam sudah terlewat dengan main kartu dan mungkin kita juga sudah mulai lelah. Tutup kartu, ambil gitar. mari "SING a SONG" dari lagu galau sampai lagu yang rada tidak jelas tapi lucu hehehe
Tepat pukul 22.00 mataku tidak bisa diajak kompromi, sepertinya ada lem di sekitar kelopak mataku nempel tak bisa dilepaskan. Dan masuklah aku dan tya ke tenda buat istirahat, kaum cowok - cowok masih tetap melanjutkan lantunan lagu mereka, sampai mereka tertidur mungkin.


 
Blogger Templates