Social Icons

Jumat, 11 Agustus 2017

Santri Jahil Iyah - Dzawin Nur

#Ulasan2017



Buku ini bercerita tentang bagaimana lika - liku kehidupan dalam pesantren dengan citranya di masyarakat yang seperti itu. Ya memang cukup monoton setiap hari seperti itu dan terus berulang, ada yang sengaja keluar karna tak tahan dengan segudang kegiatannya, kangen emak, tidak bisa jauh dari keluarga dan semua alasan lainnya. Ada pula yang tetap bertahan, karna ia punya cara khusus untuk (terpaksa) menikmatinya.

Dzawin tokoh utama dalam buku ini selepas kelulusannya dari sekolah dasar, ibunya memilih untuk memasukannya ke pesantren. Salah satu pesantren yang ada di Banten yang letaknya di tengah hutan yang diapit gunung - gunung. Semenjak masuk pesantren dia juga baru tahu bahwa orang yang sedang solat sendiri bisa dijadikan imam dengan cara menepuk pundaknya. Awal dia tau itu, dia sengaja untuk datang telat ke masjid supaya dapat mempraktikan ilmu barunya itu. Tapi, untuk menjadi imam masbuk juga susah, karna orang yang datang telat akan memilih - milih orang yang akan ditepuknya. Dari sanalah Dzawin dan Arif mengatur skenario. 

Awal dari keisengan Dzawin muncul dari seorang imam masbuk dan terus berlanjut pada kegiatan lainnya, tak heran bahwa ia sudah merasakan hampir semua hukuman yang ada dalam pesantren, dari hukuman tingkat ringan, sedang bahkan berat. Namun tak melulu dengan keisengan juga, tetap saja ada bumbu kisah - kasih di pesantren, dan juga kejadian mistis yang pernah ia alami selama tinggal di pesantren.

Pengen tau seperti aa ceritanya? langsung aja baca bukunya.
hehehe

Rabu, 10 Mei 2017

Langit Merbabu - Rons Imawan

#Ulasan2017


Ada 3 cerit dalam buku ini:
-Langit Merbabu-
Dua hal begitu berarti untuk Raras adalah Langit dan Gunung. Tepat pada ulang tahunnya  ia ingin berada di ketinggian 3142 mdpl, namun ia hanya bisa berangkat dengan keempat temannya. Langit sang kekasihnya tak bisa menemani, karna memang Langit punya penyakit asma dan itu akan sangat berbahaya bagi keselamatannya, jika ia memaksakan untuk tetap ikut pendakian dengan Raras. Satu hal yang Raras khawatirkan saat berada di alam bebas, kemampuannya akan melihat dimensi lain secara liar bekerja tanpa permisi. Dan kejadian pada penglihatannya itu akan terjadi setelahnya. Hal ini mulai dirasakannya saat mendiang ibunya sakit keras di rumah sakit, ketika itu Raras bergantian menjaga ibunya dengan ayahnya. Ayahnya menjaga di rumah sakit, dan ia pulang untuk beristirahat. Keesokan hari sebelum Raras berangkat kuliah, ia melihat ibunya sarapan dengan lezatnya di meja makan dengan raut wajah segar bukan seperti orang sakit. Rasa senang Raras melonjak dan ia juga tak lupa menghujan ibunya dengan banyak pertanyaan. Sampai akhirnya telpon pada hpnya  berdering dan tertera nama adiknya yang meminta ia untuk segera ke rumah sakit, karena ibunya sudah meninggal. Sesaat kemudian ia memandangi wajah ibu yang berada di depannya perlahan memudar dan menghilang. 

Sejak kejadian itu, satu kelebihannya ini selalu bekerja saat berada di alam bebas dan itu menjadi satu hal yang dikhawatirkan Raras. Saat melakukan pendakian dengan temannya ke Gunung Merbabu pikiran Raras liar menjelajah. Ketika ia dan temannya memutuskan untuk istirahat sebentar karna sudah merasa lelah, sehingga Raras memanfaatkannya untuk buang air kecil. Menjadi hal yang mudah bagi Raras untuk menentukan spot yang sesuai, setelah selesai menuntaskan tugasnya ia kembali lagi ke rombongannya. Namun tiba-tiba angin kencang datang membuat ia sulit untuk kembali hingga suatu ketika ada seorang anak kecil berkupluk merah menghampirinya dan meminta Raras untuk menolong salah seorang temannya yang terperosot ke jurang. Dengan sigapnya Raras menuruni jurang untuk melihat kondisi teman dari si anak berkupluk merah, setelah ia sampai di bawah memang benar bahwa ada satu anak yang tergeletak lemah di tanah, tetapi yang membuatnya kaget adalah pakaian dan kupluk yang digunakan anak itu sama persis dengan si anak berkupluk merah tadi. Ia pun mencoba membalikkan badan si anak untuk melihat wajahnya seperti apa? untuk memastikan apakah benar si anat tadi atau tidak? Dan ternyata benar. Jasad itu adalah jasad dari anak berkupluk merah yang ia temui tadi. Raras sontak berteriak sejadi - jadinya.
Sejak itu, pikirannya melayang - layang pada Langit kekasihnya. Apa yang akan terjadi pada Langit?

-Sang Imam (makmummu adalah seribu jin dan malaikat Merapi)-
Rahung, seorang pemuda yang sedari kecil sudah menapakkan kaki pada beberapa puncak tertinggi di Provinsinya. Ayahnya memang seorang pendaki gunung sejati sering sekali ia mengajak Rahung dalam pendakiannya. Hingga suatu ketika tiba saatnya Rahung untuk berkeliling Pulau Jawa dan menapakkan kakinya pada beberapa Puncak Tertinggi di Pulau tersebut. Awal perjalanannya di mulai di Gunung Merapi jalur Selo. Saat itu dalam perjalanan ia bertemu dengan seorang kakek bernama Mawadri dengan seorang cucu bernawa Gawitra. Mereka saling bertegur sapa dan sedikit berbincang. Hingga senja mulai terlihat akhirnya mereka saling melanjutkan perjalanan. Mawadri dan Gawitra turun menuju rumahnya yang berada di Desa Selo, sedangkan Rahung harus melanjutkan perjalanannya untuk mencapai puncak merapi. Sampainya ia di Pasar Bubrah ia mendirikan tenda, tanpa sadar bayangan wajah Gawitra terlukis jelas di langit puncak Merapi. Tanpa sadar ia berucap seandainya ia hidup 15 tahun sebelumnya maka akan dipersuntingnya gadis tersebut. Adzan Magrib berkumandang, Rahung berganti pakaian yang bersih untuk memunaikan kewajiban shalat magrib, dengan menggelar sajadah kecilnya menghadap kiblat. Ia melantunkan lafal dengan nyaringnya, sampai tibannya selesai bacaan surat Al Fatihah dan terdengar suara jawaban AMIN dengan nyaringnya. Bukan tak lain adalah mereka para makmumnya. Suara tersebut cukup mengganggu konsentrasi Rahung, dengan dilema apakah ia akan melanjutkan sholatnya atau justru membatalkannya kemudian langsung masuk ke dalam tenda.
Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rahung dapat keluar dari dimensi mereka dan kembali pada keluarganya? Apakah ia juga akan mempersunting Gawitra?



-Rest (in Peace) Area-
Anjar dan kedua sahabat kembarnya Harap dan Gema. Mereka melakukan perjalanan Jakarta - Sukabumi dengan sang sopir adalah Anjar. Gema duduk di samping Anjar dan Harap berada di belakang. Saat asyiknya mengemudi Harap terusik pada sebuah artikel yang menjelaskan bahwa ada seorang wanita yang melakukan eksperimen  mengendarai mobil dengan kecepatan diatas 120km/jam dan menutup mata selama 10 detik dengan menyampaikan permohonan yang diinginkan. Sesampainya di rumah ternyata permohonannya memang benar - benar terjadi. Kemudian ia menceritakan hal itu pada sahabatnya dan mencoba untuk mengulang kembali eksperimen tersebut. 
Dan apa yang akan terjadi? Apakah permohonan wanita tersebut akan terkabul lagi? Apa yang akan dilakukan Anjar, Gema, dan Harap? Apakah mereka juga akan mencoba eksperimen tersebut?

"Jika kita tak mampu meluluhkan hati seseorang dengan kata - kata atau tindakan, luluhkanlah ia dengan doa karena pemilik hati manusia adalah Tuhan. Dia mempunyai kuasa untuk memutarbalikkan dorongan apa pun yang menguasai hati manusia" (Hal. 129)

"Ilalang tidak diberi kemampuan untuk tumbuh setinggi pohon - pohon karena angin kencang di atas sana akan mematahkannya. Sama seperti iman. Semakin kokoh iman seseorang, semakin kencang cobaannya" (Hal. 133)

"Kalaupun harus patah hati, percayalah, itu lebih baik daripada melanjutkan hidup dengan bayang - bayangi penyesalan karena cinta yang tidak pernah dikejar" (Hal. 144)

"Kita percaya yang dinamakan takdir, sebuah kata yang memiliki kekuatan hebat. Karena percaya takdirlah manusia bisa bertahan dari sakitnya kehilangan" (Hal. 201)

"Cinta lebih indah dirasa ketika keduanya sama - sama terjatuh, meskipun salah satunya harus menunggu" (Hal. 249)





------o------

Selasa, 02 Mei 2017

Leona - Zarry Hendrik

#Ulasan2017



Leona nama tokoh utama dalam buku ini, buku ini menceritakan perjalanan kisah seorang pemuda. Joshua namanya, ia mempunyai paras yang tampan, namun nasibnya tak setampan parasnya. Joshua anak sebatang kara yang hidup serumah dengan tantenya, tante Lisa namanya. Tante Lisa mempunyai kebiasaan yang cukup unik, ia adalah pemabuk berat, setiap hari harus minum alkohol, karna itu wajib hukumnya, sehari tak minum badannya bisa sempoyongan. Selain itu Joshua mempunyai mama yang hidupnya didedikasikan untuk sebuah yayasan, mamanya ditinggal papa kandungnya dan menikah lagi dengan seorang pria yang Josh tau bahwa itu adalah papanya, sebelum ia tau kebenaran aslinya seperti apa.

Joshua kuliah di salah satu universitas di Jakarta, bersama sahabatnya Ronny. Dengan parasnya yang tampan tak heran para wanita di kampus sering membicarakannya, di kampus tersebut Josh berteman dengan Fajar, Benny dan Andhika. Kemana - mana selalu bersama, bahkan untuk bolos kuliahpun mereka janjian. Kantin dan di bawah tiang bendera menjadi basecamp mereka. Hingga suatu ketika Fajar memperkenalkan Leona yang saat itu menjadi pacar Nicky sahabat Fajar kepada Josh. Penampilan Leona biasa saja dan tidak masuk dalam daftar kategori perempuan seleranya Josh. Saat berpapasan mereka hanya saling menyapa, bahkan Josh menganggap bahwa cara bicara dari Leona kategori perempuan-perempuan manja. 

Leona memiliki keluarga yang kaya raya, ke kampuspun ia selalu naik mobil atau naik taksi, sehingga menjadi pengalamannya untuk yang pertama kali ia pulang ke rumahnya di Bekasi naik bus, maklum uang jajan Josh hanya 15ribu sehingga hanya mampu untuk naik bus. Dari kejadian pulang bareng itulah mereka mulai dekat, hingga suatu ketika Leona dengan gamblangnya mengutarakan perasaannya pada Josh, di sisi lain ia masih berpacaran dengan Nicky. 
Josh hanya menanggapinya dengan santai, karna menurutnya tidak mungkin ia berpacaran dengan Leona. Alasan yang pertama adalah Leona tidak masuk dalam kategori perempuan yang sesuai dengan Josh, kedua Leona adalah pacar Nicky dimana Nicky adalah sahabat Fajar, dan Fajar adalah sahabat Josh. Berarti Nicky pun juga teman Josh. 
Setelah kejadian itu, mereka intens bertemu, baik itu di kampus atau di luar kampus.

Lantas apa yang akan dilakukan Josh untuk Leona? Apakah mereka akan bersatu atau justru berpisah?

Senin, 17 April 2017

The Compass - Tammy Kling dan John Spencer Ellis

#Ulasan2017



Jonathan, nama tokoh utama dalam buku ini. Ia meninggalkan kehidupan mapan di puncak karier pekerjaannya. Hidupnya berubah setelah tragedi tragis itu. Ya, tragedi yang mengubah rencana - rencana bagi masa depannya. Dalam perjalanannya ia bertemu dengan Marilyn di sebuah gurun pasir yang luas. Jo sudah merasa putus asa akan hidupnya, sedangkan di sisi lain. Marilyn yang jauh lebih berat kondisinya malah merasa bahagia, karna ia memang menikmati hidupnya. Meskipun tumor otak sedikit demi sedikit mulai menggerogoti otaknya. Apadaya Jo yang hanya lari dari hidup itu sendiri. Marilyn seorang psikolog, dan ia bekerja menggunakan otaknya, di sisi lain ada tumor ganas dalam otaknya, tetapi ia memilih untuk menjalani kesenangan lain (photografi) di akhir hidupnya, ia melepaskan segala hal. Kesedihan, tak perlu untuk diratapi. Ia hanya ingin hidup yang sebentar ini dan menikmatinya. Jonathan hanya sebentar bertemu dengan Marilyn, hingga akhirnya mereka berpisah. Marilyn kembali ke New York dan Jonathan lebih memilih ke Adirondacks, sebuah pondok kecil yang di kelilingi hutan.

Di pondok kecil itu Jonathan bertemu dengan Pete, laki - laki paruh baya yang berjalan menggunakan satu tumpuan kakinya. Pete akan membawakan kayu bakar untuk perapian dan sekeranjang buah kepada Jonathan setiap paginya, hal itu selalu ia lakukan untuk para tamu yang singgah ke pondoknya. Hingga suatu ketika Jonathan harus ikut ke Italia dengan Pete, karna Pete mendapatkan surat dari salah satu orang tuanya yang mentakan keadaan dan kondisinya yang memaksa Pete untuk mengunjunginya. Pete tak tau siapa orang tua bahkan kerabatnya, karna sedari kecil ia tinggal di Panti Asuhan. Merekapun berpisah di bandara tersebut, dan Jonathan melanjutkan perjalanan ke Rumania.

Di Rumania, Jonathan bertemu dengan Salomo. Anak kecil berusia 10 tahun, namun ibunya meninggal saat melahirkannya. Sejak kematian ibunya, Salomo dirawat oleh majikan ibunya. Namun diusia 6 tahun ia memilih untuk melarikan diri dari sana dan tinggal di jalanan. Hingga akhirnya ia tinggal dengan seorang perempuan bersama Victoria, dengan catatan Salomo wajib setiap paginya untuk membersihkan halaman rumah, mengurusi kegitan bercocok tanam dan bahkan uang dari hasil bekerja di jalanan harus sebagian disisihkan dan diberikan pada keluarga Victoria. 
Tidak sampai disana saja, Jonathan masih bertemu dengan banyaj orang yang mengajarkan banyak hal tentang kehidupan.

"Karena tak penting apapun yang kau cari dan temukan. Yang terpenting adalah kau membiarkan kompasmu memandumu, dan membiarkan bakat dan pengetahuanmu tampil ke permukaan  supaya kau dapat menjalani tujuan hidupmu"(hal.13)

".kenyamanan adalah musuh kebahagiaanmu,... Alih - alih memilih seseorang yang membuatmu nyaman dan kebetulan berada di tempat yang tepat pada saat yang tepat. Kau harus memilih seseorang yang membuatmu ingin terus bersamanya meskipu  kau harus pergi ke Dubai untuk menemuinya. Hanya ketika itulah hatimu akan merasa tulus"(Hal.26)

"Kadang - kadang kau bertemu seseorang yang mengubah hidupmu, tetapi tidak berarti bahwa hidupmu harus berubah"(hal.69)

"Orang - orang datang dan pergi dalam hidupmu. Ada yang perlu terus dipertahankan, bahkan diperjuangkan dan yang lainnya mesti direlakan pergi....., Kau harus mencari cara untuk memahami siapa yang bisa memberi nilai dalam hidupmu, dan siapa yang dihadirkan untuk mengambilnya. Jika seseorang diambil dari sisimu, lepaskanlah dia. Itu berarti memang sudah waktunya bagi orang itu untuk meninggalkanmu."(Hal.72)





-----o-----

Rabu, 12 April 2017

Kupu - Kupu Bersayap Gelap - Puthut EA

#Ulasan2017



-Bunga Dari Ibu-
Berkisah tentang seorang anak yang tinggal diperantauan jauh dari orang tuanya. Sang ibu menanam sebuah tanaman di tempat tinggal anaknya, sebagai tanda keadaan ibunya. Begitu pula dengan sang anak, ia juga menanam tanaman di rumah ibunya. Saat tanaman di rumah ibunya mengalami perubahan warna daun dan berguguran, sang ibu langsung menanyakan keadaan anaknya. Dan memang benar sang anak sedang dilanda kesulitan. Hal ini sudah terjadi sampai beberapa kali. Tapi pada suatu ketika, pohon sang anak kering dan mati. Sang ibu lantas menanyakan keadaan sang anak, namun sang anak mengatakan ia dalam keadaan baik - baik saja. Mulai sejak itu ibunya beranggapan bahwa pohon tidak menjadi patokan keadaan seseorang, padahal di lain sisi yang sebenarnya terjadi adalah sang anak sedang dilanda kesulitan. Tapi ia enggan menceritakan keadaan itu pada ibunya, karna ia tau bahwa cerita itu akan sangat melukai ibunya.

-Drama Itu Berkisah Terlalu Jauh-
Ning dan Bagus sudah bersahabat sejak kecil, meskipun umur mereka terpaut 3 tahun. Rumah mereka bersebrangan, tidak jarang mereka bermaiin bergantian ke rumah salah satu hingga larut petang. Tak heran orang tua mereka sering mengira bahwa anak mereka tertukar. Ning selalu setiap sore bermain catur dengan bapaknya Bagus  begitu pula dengan Bagus. 
Orang tua mereka sama - sama guru sd, sehingga sewaktu sd Ning bersekolah di tempat ibu Bagus bekerja dan Bagus bersekolah di tempat ibunya Ning mengajar. Alasannya adalah biar mereka tidak manja jika bersekolah di orang tuanya mengajar. Kedekatan mereka mulai merenggang setelah Ning melanjutkan kuliah ke Jogja dan Bagus masih belajar di bangku SMA.


"......, masa lalu yang memberi lahan bagi rasa rindu, dan masa sekarang yang bergerak tidak untuk menjauhi perasaan - perasan masa laluku." (Hal.31)

"...., kadang kala banyak jalan hidup yang tidak bisa kita pahami. Hidup ini bukanlah sesuatu yang bisa kita pilih. Ini bukan masalah senang atau tidak senang. Tapi putuskanlah. Sebab hidup ini adalah sebuah keputusan."(Hal.53)

"Percaya saja hukuman itu akan datang, entah kapan dan datang dari mana. Tapi kalau kamu tidak mencoba untuk berdamai dengan masa lalumu, maka akan rugi. Semua itu hanya akan membuat mereka terus berteriak menyoraki kehidupanmu."(Hal.55)




 
Blogger Templates